Video Viral Kejadian yang Tidak Biasa, Perempuan Berenang dengan Paus Pembunuh, Ini yang Terjadi

Video viral kejadian yang tidak biasa. Seorang perempuan berenang dengan paus pembunuh. Ini yang terjadi

Video Viral Kejadian yang Tidak Biasa, Perempuan Berenang dengan Paus Pembunuh, Ini yang Terjadi
Net/Indianexpress
Seorang perempuan yang sedang berenang di perairan Pantai Hahei di Selandia Baru ini tidak menyangka akan diiringi oleh tiga ekor paus. 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Viral sebuah rekaman yang memperlihatkan kejadian yang tidak biasa.

Seorang perempuan tampak berenang dengan paus pembunuhbataubyang lebih dikenal dengan sebutan paus Orca.

Perempuan tersebut bernama Judie Johson yang kemudian vifeonya menjadi viral saat ia berenang di pantai Hahei, Selandia Baru.

"Ada bayangan yang berenang di bawah saya, bentuknya besar dan saya pikir itu lumba-lumba. Saya sangat gembira, dan kemudian saya melihat warna putih besar di punggungnya," katanya seperti yang dilansir dari IFL Science Kamis (13/12/2018).

 Ketika menyadari bayangan tersebut adalah orca, Johnson dengan cepat berenang ke daratan. Ia khawatir gerombolan orca yang berjumlah tiga ekor tersebut salah mengira dirinya sebagai anjing laut karena Johnson menggunakan pakaian selam berwarna hitam.

Anjing laut memang menjadi buruan utama dari hewan yang menjadi tokoh utama dalam film Free Willy ini.

Keganasan mereka pun sudah tercatat dengan baik. Salah satu yang mengagumkan adalah mereka dapat menciptakan gelombang untuk membalikkan bongkahan es tempat para anjing laut berjemur dan kemudian memangsa mereka.

Namun faktanya, belum ada catatan tenntang serangan atau kematian manusia akibat ulah paus pembunuh di alam liar.

Paus pembunuh cenderung mempunyai keingintahuan yang tinggi seperti lumba-lumba, ketimbang mengetahui apakah kita makanan atau bukan dengan menggigit, seperti hiu.

Selepas ia mencapai daratan, Johnson justru kembali ke perairan untuk kembali berenang bersama para orca. Pada kesempatan ini, Dylan Brayshaw, seorang fotografer asal Australia mengabadikan momen indah antara Johnson dan para orca melalui drone-nya.

Johnson mengungkapkan, ketakutannya seketika berubah menjadi perasaan suka cita ketika melihat mata orca yang berenang di sebelahnya.

"Mereka juga tertarik dan ingin tahu tentang saya, seperti saya tentang mereka," ujar Johnson yang saat ini berusia 60 tahun.

 Dr. Regina Eisert, pakar orca dari University of Canterbury mengungkapkan pada dasarnya orca seperti lumba-lumba dan tidak berbahaya.

"Paus pembunuh adalah bagian dari keluarga lumba-lumba yang terbesar, sehingga mereka hanya lumba-lumba besar dan kita semua tahu lumba-lumba sangat cerdas dan sangat suka bermain," jelas Eisert.

Meski demikian, Eisert menyatakan, bukan berarti orca sama sekali tidak berbahaya. Ia menyarankan di alam liar para orca tetap lah hewan liar yang tidak dapat diprediksi. Disarankan, jika Anda bertemu orca di alam liar seperti yang dialami Johnson, sebaiknya Anda segera ke daratan.

Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved