Berita Riau

BREAKING NEWS ; WNA Malaysia Tertangkap Bawa 2 Kg Sabu di Rohul Disimpan di Kursi Mobil Barunya

selain narkoba, polisi juga menemukan KTP palsu yang dimiliki KH. Yaitu KTP dari Lampung. Ini dia beli seharga Rp 1 juta. SIM B1 miliknya juga palsu

BREAKING NEWS ; WNA Malaysia Tertangkap Bawa 2 Kg Sabu di Rohul Disimpan di Kursi Mobil Barunya
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Direktur Resnarkoba Polda Riau, Kombes Pol Haryono sedang memberikan keterangan kepada wartawan saat ekspos pengungkapan peredaran narkoba di Mapolda Riau, Selasa (18/12/2018). Dalam ekspos tersebut sebanyak 32 Kg sabu-sabu, 18.750 butir pil happy five (H-5) dan enam orang tersangka diamankan petugas. (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir). 

Kemudian, 1 bungkusan berisi 1 kg sabu lagi ditemukan di bawah kursi belakang sebelah kiri.

Baca: Sindikat Narkoba Selalu Gunakan Modus Baru untuk Selundupkan Barang Haram, Terbaru Modifikasi Mobil

Dengan begitu, total barang bukti narkotika jenis sabu yang diamankan aparat berjumlah 2 kg.

Menurut pengakuan KH saat diintrogasi petugas, sabu-sabu tersebut diperoleh dari temannya berinisial AK yang diterima dari orang suruhannya di seputaran depan Mal SKA Pekanbaru.

Dir Narkoba menjelaskan, kini pihaknya masih melakukan pengembangan terkait pengungkapan sabu-sabu 2 kg yang bisa membuat sekitar 10 ribu orang teler itu.

Lanjut dia, selain narkoba, polisi juga menemukan KTP palsu yang dimiliki KH. Yaitu KTP dari Lampung. Ini dia beli seharga Rp 1 juta. SIM B1 miliknya juga palsu.

Baca: Bawa Narkoba dari Pekanbaru, Seorang Tersangka Diamankan Polres Pelalawan

"Dia ini masih warga negara Malaysia. Punya keluarga di Johor Malaysia, nikah juga dengan orang Rohul. Jadi dia bolak-balik Malaysia - Indonesia lewat jalur tidak resmi," terang Hariyono.

Sebelumnya, KH sudah pernah menjalani proses hukum dengan kasus yang sama, yakni narkoba.

Dia menjalani vonis selama 5 tahun di tahun 2010 dan baru bebas pada 2015 dari Lapas Rohul.

Namun KH kembali tertangkap oleh polisi.

Rencananya, sabu-sabu ini akan diedarkan di daerah Suram, Kampar.

Namun KH sudah lebih dulu ditangkap ketika berada di Rohul.

Dir Narkoba menambahkan, sesuai prosedur, pihak kepolisian sudah menyampaikan surat ke Konjen Malaysia, terkait warga negaranya yang terlibat kasus hukum di Indonesia.

"Tapi untuk warga negara mereka yang terlibat narkoba tidak ada bantuan hukum," pungkas Dir Narkoba.(*)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved