Berita Riau

Sindikat Narkoba Selalu Gunakan Modus Baru untuk Selundupkan Barang Haram, Terbaru Modifikasi Mobil

Sindikat narkoba selalu menggunakan modus baru dalam memasukan barang haram itu ke Riau.

Sindikat Narkoba Selalu Gunakan Modus Baru untuk Selundupkan Barang Haram, Terbaru Modifikasi Mobil
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Pihak Badan Narkotika Provinsi (BNNP) Riau memusnahkan barang bukti sabu-sabu seberat 65,99 gram di halaman BNNP Riau, pekanbaru, Jumat (30/11/2018). Disaksikan langsung wanita berinisial NN yang merupakan pengedarnya. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

Laporan wartawan tribunpekanbaru.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau mengapresiasi kinerja Polda Riau yang mengungkap penyeludupan narkotika jenis sabu-sabu 32 kilogram dan 18 ribu lebih ekstasi yang digelar pada Selasa (18/12/2018).

Penangkapan ini menambah daftar panjang penggagalan penyeludupan narkoba di Riau yang dilakukan kepolisian maupun BNNP. Hanya saja BNNP tidak habis fikir jika penyeludupan narkoba di Riau dalam skala besar terus terjadi meskipun selalu terbongkar oleh penegak hukum.

"Kita melihat memang mereka (sidikat narkoba) belum jera. Padahal hukuman kepada para sindikat yang tertangkap sudah maksimal," ungkap Kabid Pemberantasan dan Penindakan BNNP Riau AKBP Haldun, kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (18/12/2018).

Baca: Fix, Joo Jin Mo Jadi Pemeran Drama Korea Big Issue, Bagaimana Hubungannya dengan Han Ye Seul?

Menurut Haldun, vonis bagi para penyeludup narkoba selama ini sudah sesuai, mulai dari hukuman seumur hidup hingga hukuman mati. Hal ini diakibatkan bisnis narkoba sangat menjanjikan dari segi ekonomi.

Sebenarnya, lanjut Haldun, Riau merupakan lokasi perpecahan dan persinggahan narkoba yang dimasukan dari luar negeri. Setelah narkotika yang diseludupkan tiba di Riau dan singgah sebentar, kemudian dipecah-pecah untuk selanjutnya dikirim ke daerah lain. Seperti Provinsi Jambi, Palembang, hingga ke Jakarta yang didistribusikan melalui jalur darat.

Disamping itu, tingkat permintaan di Riau sangat tinggi akibat penggunanya banyak.

Hal itu dibuktikan pada setiap operasi yang dilakukan BNNP ke lokasi yang terindikasi sarang peredaran narkoba, termasuk hiburan malam, sangat banyak yang mengkonsumsi narkoba saat diperiksa.

"Setiap kita razia, paling sedikit ada 50 orang yang terbukti memakai narkoba. Jadi memang permintaan di daerah kita sangat tinggi," papar Haldun.

Dikatakannya, sindikat narkoba selalu menggunakan modus baru dalam memasukan barang haram itu ke Riau.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved