Berita Riau

Agung Nugroho Sayangkan Perusakan Baliho Caleg PDIP Dikaitkan dengan Demokrat

Pihak partai Demokrat satu apresiasi kinerja aparat kepolisian yang sigap tangani kisruh pengrusakan atribut partai di Pekanbaru.

Agung Nugroho Sayangkan Perusakan Baliho Caleg PDIP Dikaitkan dengan Demokrat
Tribun Pekanbaru/Rino Syahril
Ketua terpilih DPC Partai Demokrat Kota Pekanbaru, Agung Nugroho 

Laporan wartawan tribunpekanbaru.com Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pihak partai Demokrat satu apresiasi kinerja aparat kepolisian yang sigap tangani kisruh pengrusakan atribut partai di Pekanbaru.

Namun Demokrat menilai kepolisian tampaknya lebih mendahulukan penyidikan terhadap pengrusakan satu baliho yakni baliho Caleg PDIP Effendi Sianipar dari pada ribuan baliho partai Demokrat yang dirusak.

Hal itu dibuktikan dengan dipanggilnya Ketua Umum DPC Partai Demokrat Pekanbaru Agung Nugroho oleh penydik Polresta Rabu (19/12/2018) untuk dimintai keterangan. Sedangkan pihak partai lain yang diduga merusak atribut partai Demokrat belum dipanggil.

Baca: VIDEO Teaser Drama Korea SKY Castle. Raih Rating Tertinggi Drakor

Walaupun demikian sebagai warga negara yang taat hukum dan aturan Agung Nugroho, memenuhi panggilan terhadap dirinya dan kedatangan Agung Nugroho ke Mapolresta didampingi langsung oleh Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindoan, Sekretaris DPC Partai Demokrat Tengku Azwendi Fajri SE, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono ST, dan pengurus lainnya.

"Saya dimintai keterangan terkait pengrusakan baliho caleg PDIP Effendi Sianipar dengan 2 tersangka," ujar Agung Nugroho kepada wartawan, Kamis (20/12).

Dalam pemeriksaan itu kata Agung, penyidik memberikan 14 pertanyaan kepada dirinya. "Semua pertanyaan dari penyidik saya jawab," ucap Agung.

Lebih jauh Ketua DPC Demokrat Kota Pekanbaru, Agung Nugroho SE menegaskan kader partai Demokrat tidak ada melakukan balas dendam. Apalagi presiden ke 6 Bapak SBY sudah minta seluruh atribut Partai Demokrat diturunkan agar tidak ada lagi bersinggungan dengan partai lain.

"Bahkan waktu itu beliau meminta untuk seluruh kader reda dan tidak ada namanya balas dendam," ujar Agung.

Agung menilai ada rekayasa yang disampaikan pihak luar, seperti ada kader yang menjilat ke atasan untuk mencari nama atas peristiwa tersebut.

Halaman
123
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved