Tsunami Banten dan Lampung Selatan

Lagu Terakhir Ciptaan Herman Seventeen Menyentuh, Sang Istri Sebut Seakan Jadi Pertanda

Istri Herman Seventeen sebut lagu terakhir ciptaan suaminya seakan jadi pertanda, liriknya menyentuh. Ia kenang suami yang jadi korban tsunami Banten.

Lagu Terakhir Ciptaan Herman Seventeen Menyentuh, Sang Istri Sebut Seakan Jadi Pertanda
Instagram/julianamoechtar/hermanseventeen
Istri Herman Seventeen ungkap lagu terakhir ciptaan suaminya seakan jadi pertanda. 

Hun sayang han, hun harus kuat buat anak2, hun Akan selalu mendoakan han disana, Han hrs tenang disana ya ,,

Teringat saat dia pamit, dia memeluk saya lama, dia mencium saya penuh cinta,

Dan pada saat terakhir pun dia masih mengajak saya untuk ikut keacara itu,

Tp Allah masih punya cerita lain disini,

Sampai kapanpun hun akan selalu mencintaimu Han ... hun iklas han, hun iklas," tulis Uli.

Baca: Kisah Ibu Hamil 6 Bulan Tersapu Tsunami Lampung, Saya Merasa Hidup Akan Berakhir

Baca: Pakai Bahasa Indonesia, Lorenzo dan Marquez Tulis Ucapan Berduka Atas Tsunami Banten dan Lampung

Baca: Kondisi Terkini Tanjung Lesung Pasca Tsunami Banten, Sutopo: Semua Rata Tanah

Diungkapkan Uli, lagu 'Kemarin' ciptaan Herman Seventeen tersebut seakan menjadi pertanda.

Uli tidak menyangka lagu tersebut menjadi lagu untuk mengenang kepergiannya.

"Nggak tahu tiba-tiba kok lagu itu jadi lagu kita semua untuk mengenang dia gitu. Itu lagu terakhir dan baru beberapa bulan ini," ujar Uli, dikutip dari Grid.ID, Senin (24/12/2018).

Saat kerabat bertanya tentang konsep video yang hitam putih. Juliana tersadar seakan itu sebuah pertanda.

"Sampai temannya bilang kok video slide nya hitam putih kayak mati aja. Dia kaget, "Iya ya kayak orang meninggal aja ya om" kerasa kayak pertanda buat dia," ujar Juliana, dikutip TribunStyle.com dari TribunSeleb, Senin (24/12/2018).

Halaman
1234
Editor: M Iqbal
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved