Breaking News:

BPJSTK Wilayah Sumbarriau Sudah Realisasikan Pembayaran Klaim Sebesar Rp 1,5 Triliun

Hingga 21 Desember 2018, BPJSTK Kantor Wilayah Sumbarriau telah membayarkan klaim sebesar Rp 1,534 triliun.

Editor: Budi Rahmat
Ist
Deputi Direktur Wilayah Sumbarriau, Budiono 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Hingga 21 Desember 2018, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumbarriau telah membayarkan klaim sebesar Rp 1,534 triliun.

Jumlah tersebut meningkat 104 % persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah tersebut masih didominasi terhadap klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sebanyak 78,27 persen dengan jumlah 138.016 kasus.

Kemudian diikuti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) 14 persen, Jaminan Pensiun (JP) 7 persen serta  dana Jaminan Kematian (JKM) 1 persen.

“Secara demografi pencairan JHT terbesar adalah karena berhenti bekerja, ini sangat disayangkan mengingat seyogyanya JHT adalah tabungan persiapan menjelang hari tua atau pensiun. Sehingga tenaga kerja mempunyai kesiapan finansial menghadapi hari tua.  Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat pekerja Indonesia yang sudah berhenti bekerja serta masih produktif untuk tidak terburu-buru mencairkan dana JHTnya setelah 1 bulan masa berhenti bekerja”, ungkap Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbarriau Budiono

Ditambahaknnya, sampai akhir tahun 2018 ini BPJSTk Sumbarriau akan membayarkan jaminan kecelakaan kerja sebesar Rp 102.251.278.543 dengan total kasus 18.996.

Dan dari total kasus tersebut 10.461 orang telah sembuh, serta sisanya masih dalam pengobatan, cacat atau meninggal dunia.

Dijelaskan Budiono, dalam pelayanan tehadap peserta mengalami kecacatan serius, BPJS ketenagakerjaan melaksanakan program Kembali Kerja atau Return to work (RTW).

Yakni di akhir tahun ini program tersebut berhasil membantu 33 orang korban kecelakaan kerja yang cacat kembali bekerja dengan total peserta yang mengikuti program tersebut sejumlah 39 orang.

Untuk penanganan cepat korban kecelakaan kerja kecelakaan kerja BPJS Ketenagakerjaan sumbarriau telah bekerjasama dengan 489 PLKK (pusat Layanan Kecelakaan Kerja) yang terdiri dari rumah sakit dan klinik yang tersebar di 3 provinsi yaitu Provinsi Riau, Kepri dan Sumatera Barat.

Optimalisasi penanganan korban kecelakaan kerja disusul dengan pemberian program RTW kepada peserta yang mengalami kecacatan/disabilitas serius sehingga terkendala untuk kembali bekerja seperti sedia kala.

Program ini merupakan suatu program komprehensif pendampingan korban kecelakaan kerja mulai dari terjadi kecelakaan kerja, pengobatan dan perawatan, penggunaan alat bantu/rehabilitasi, pelatihan kerja sampai tenaga kerja tersebut bekerja kembali secara maksimal sesuai dengan kemampuan kapasitas kerjanya walau menyandang disabilitas.

Ditambahkannya, keberadaan PLKK sangat penting untuk memberikan penangan segera pada golden hour suatu trauma.

"Untuk itu kami himbau kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk memanfaat failitas PLKK yang bekerjasama dalam penanganan korban JKK agar peserta dapat segera ditolong dan pihak pemberi kerja tidak terbebani dengan biaya pengobatan dan perawatan. Keberadaan PLKK dan Program RTW ini sendiri tidak membebani iuran yang dibayarkan peserta kepda BPJS Ketenagakerjaan, karena program tersebut sudah termasuk dalam pelayanan program JKK secara menyeluruh," ungkap Budiono. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved