Breaking News:

Indragiri Hulu

Dua Tahun Mendampingi Masyarakat Talang Mamak, LBH Pekanbaru Masih Upayakan Pengakuan

Semenjak tahun 2016 lalu LBH Pekanbaru sudah mendampingi masyarakat Talang Mamak di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribuninhu.com Bynton Simanungkalit

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Semenjak tahun 2016 lalu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru sudah mendampingi masyarakat Talang Mamak di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Sejumlah pencapaian sudah dilakukan oleh LBH Pekanbaru.

Namun upaya LBH Pekanbaru untuk mendapatkan pengakuan Masyarakat Adat Talang Mamak oleh Pemerintah Kabupaten Inhu masih belum tercapai.

Direktur LBH Pekanbaru, Aditia, yang dikonfirmasi mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih mengupayakan pengakuan tersebut.

"Kami (LBH Pekanbaru red) mendampingi (Masyarakat Adat Talang Mamak) semenjak tahun 2016, yang belum tercapai jelas pengakuan," kata Aditia, Minggu (30/12/2018).

Baca: Info Gempa Hari Ini - Bengkulu Diguncang Gempa 5,7 SR

Pengakuan menurut Aditia tersebut adalah mengupayakan terbitnya Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati Inhu tentang Masyarakat Adat.

"Pemerintah daerah beralasan karena ada beberapa pimpinan (patih dan batin) di Talang Mamak yang dualisme, faktanya memang ada dualisme tapi sebenarnya pemerintah juga tidak perlu mempermasalahkan itu," kata Aditia.

Menurut Aditia, secara aturan adat Talang Mamak seharusnya memang ada satu pimpinan. Para Batin atau pimpinan adat Talang Mamak juga sudah ada kesepakatan terkait kepemimpinan masyatakat adat Talang Mamak.

"Sedangkan batin-batin yang mengaku-ngaku dan tidak sesuai adat tersebut, selayaknya pemerintah abaikan saja dan percaya dengan Batin dan Patih yang menurut ketentuan adat," kata Aditia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved