Berita Riau

Total 472 Orang Mandapatkan Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkotika dari BNNP Riau Sepanjang 2018

Sepanjang tahun 2018, BNNP Riau dan BNNK se Riau telah merehabilitasi sebanyak 472 Orang penyalah guna narkotika.

Total 472 Orang Mandapatkan Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkotika dari BNNP Riau Sepanjang 2018
Istimewa
Kepala BNNP Provinsi Riau, Brigjen Pol Drs M Wahyu Hidayat bersama jajaran, pada Press Release Akhir Tahun 2018 di Kantor BNNP Riau Jalan Pepaya, Pekanbaru, Senin (31/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sepanjang tahun 2018, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau dan jajaran BNN Kabupaten/Kota (BNNK) se-Riau, telah merehabilitasi sebanyak 472 Orang penyalah guna narkotika.

Kepala BNNP Provinsi Riau, Brigjen Pol Drs M Wahyu Hidayat pada Press Release Akhir Tahun 2018 di Kantor BNNP Riau Jalan Pepaya, Pekanbaru, Senin (31/12/2018), mengatakan, jumlah tersebut dirincikannya, 358 Orang melalui Rawat Jalan dan 114 Orang melalui Rawat Inap.

Baca: Promosi ke Liga 1 2019, Semen Padang Pertahankan 17 Pemain Lama, Kontrak 9 Pemain Tak Diperpanjang

Selain itu BNNP Riau telah memberikan layanan pasca rehabilitasi kepada 84 mantan penyalah guna narkotika untuk tidak kembali menggunakan narkoba, sehingga dapat berdaya guna, dan aktif kembali ke lingkungan.

"Dalam rangka memenuhi hak penyalah guna narkotika yang sedang dalam proses hukum untuk memperoleh layanan rehabilitasi, pada tahun ini penyalah guna narkotika juga telah melaksanakan layanan asesmen terpadu kepada 94 orang. Melalui rehabilitasi masif ini, diharapkan mantan penyalah guna narkotika dapat kembali hidup di tengah-tengah masyarakat secara normatif, produktif, dan dapat berfungsi secara sosial, serta menekan angka prevalensi penyalah guna narkotika secara signiflkan di tahun mendatang," ungkap Wahyu.

Baca: Optimis Capai Target 111 BOPD di Tahun 2019, Ini Strategi Pertamina EP Asset 1 Lirik Field

Kepala Bidang (Kabid) Berantas, AKBP Haldun menambahkan, rehabilitasi salah satu poin penting guna menekan angka prevalensi penyalah guna narkotika.

Selain dapat memulihkan penyalah guna, dengan rangkaian program rehabilitasi juga bisa mencegah penyalah guna terperosok Iebih dalam akan kecanduan narkotika, serta mencegah agar mereka tidak kambuh kembali (relapse).

"Saat ini kita butuh tempat rehab khusus, sudah diajukan ke Pemprov Riau, sejuah ini masih dalam tahap persetujuan. Kalau ini sudah, maka 2019 tahap perencanaa. Selama ini untuk rawat inap itu dilakukan di Kepulauan Riau, tapi kalau rawat jalan itu di Rumah Sakit Tampan sudah bisa dilakuakan," ungkapnya.

Segala pencapaian yang diraih BNNP Riau beserta BNNK se Riau di tahun-tahun sebelumnya, menjadi motivasi untuk tetap berkomitmen memberantas peredaran gelap narkotika secara tegas, sesuai dengan hukum yang berlaku, serta meningkatkan kinerja demi melindungi generasi bangsa di masa yang akan datang.

Ke depan, BNNP Riau akan tetap fokus pada strategi penanganan permasalahan narkotika, yaitu supply reduction dan demand reduction, dengan melakukan pencegahan penyalahgunaan narkotika secara massif, serta meningkatkan kerja sama nasional dan internasional di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Galap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN).

Baca: Pengumuman Hasil CPNS Riau Dikabarkan Akhir Pekan Ini, Diana Rutin Shalat Tahajud

BNN Provinsi Riau berharap dukungan, kepedulian dan komitmen dari pemerintah daerah dan seluruh stakeholder di provinsi Riau semakin kuat dalam perang melawan Narkotika.

"Dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, BNNP Riau optimis penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat diberantas hingga ke akar-akarnya. BNNP Riau juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus mengobarkan api semangat berjuang bersama melawan kejahatan narkotika," terangnya. (*)

Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved