Pekanbaru

Listrik Diputus, Kepala Pustaka Soeman HS: Soal Uang Saya Nggak Ngerti

Kepala Dinas Pustaka dan Arsip Rahima Erna mengaku saat ini pihaknya gunakan mesin genset.

Listrik Diputus, Kepala Pustaka Soeman HS: Soal Uang Saya Nggak Ngerti
TribunPekanbaru/Nasuha
ILUSTRASI - Ruang Aula Pustaka Soeman HS 

Laporan wartawan tribunpekanbaru.com Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - PLN putuskan listrik di Pustaka Soeman HS karena nunggak dua bulan. Kepala Dinas Pustaka dan Arsip Rahima Erna mengaku saat ini pihaknya gunakan mesin genset.

Sehingga pelayanan di sarana publik itu tidak terganggu.

"Sekarang pakai genset. Baik - baik aja pustaka ku sehat wal afiat. Pustaka itu sudah dipersiapkan, Pustaka itu dipersiapkan dan Gedung saya raksasa,"ujar Rahima Erna saat dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com Kamis.

Baca: Nunggak Rp200 Juta, PLN Putus Listrik di Pustaka Soeman HS

Ia memang mengakui risau karena biaya operasional genset sebagai pengganti PLN membutuhkan biaya besar.

"Saya pun risau kalau diputuskan karena besar juga biaya genset," ujarnya.

Rahima Erna tidak mau menjelaskan secara detail persoalan sebenarnya hingga diputuskan PLN, menurut Rahima hanya persoalan administrasi saja dan saat ini sedang diselesaikan.

"Masalah administrasi tapi sedang diurus. Bukan nunggak, administrasi keuangan apa namanya nggak ngerti juga saya. Pokoknya Tekhnis administrasi nya diselesaikan, "ujarnya mengaku tidak paham persoalan sebenarnya.

Pihaknya dari pustaka juga sudah sempat mendatangi PLN namun pihak PLN tetap melakukan pemutusan karena sudah menjadi SOP ketika dua bulan nunggak maka diputuskan.

"Kami ke PLN dan memang tetap SOP nya gitu. Rumah aja diputuskan itu pula kinerjanya, "ujar Rahima.

Saat ditanya apakah tunggakan ini akibat dampak rasionalisasi yang dilakukan sebelumnya pada OPD, Rahima Erna juga tidak dapat memastikan, karena Ia mengaku tidak paham soal uang, ia hanya paham soal pemerintahan.

"Kalau dibilang dampak (rasionalisasi pergeseran) nggak ngerti saya pokoknya administrasi sedang diselesaikan. Saya pahamnya urusan di kantor kalau masalah uang saya nggak ngerti, "ujarnya lagi.

Baca: Alvi Kurniawan Dinyatakan Hilang saat Mendaki Gunung Lawu

Saat ditanya lagi apakah ketersediaan uang di OPD nya ada, Rahima juga tidak bisa menjelaskan secara detail.

"Uang ada karena pergeseran itu saya nggak Ngerti, kalau uang saya nggak ngerti kalau pemerintah saya ngerti. Kalau uang 5 juta tunggakan biar pakai uang saya aja, "ujarnya. (*)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved