Rokan Hulu

Gubri Terpilih Hadiri Peringatan Milad Majlis Dzikir Al-Hidayah ke XI se-Asia Pasifik di Rohul

Gubernur Riau terpilih, Syamsuar menghadiri peringatan Milad ke- XI Majlis Dzikir Al-Hidayah (MZA) Se-Asia Pasifik, yang di Rohul

Gubri Terpilih Hadiri Peringatan Milad Majlis Dzikir Al-Hidayah ke XI se-Asia Pasifik di Rohul
TribunPekanbaru/Donny Kusuma
Gubernur Riau terpilih, Syamsuar menghadiri peringatan Milad ke- XI Majlis Dzikir Al-Hidayah (MZA) Se-Asia Pasifik, yang di Pusatkan di Surau Induk, Jalan Lingkar Pasirpangaraian‎, Kamis (3/1/2018). 

Syamsuar berharap, MZA yang selama ini dikenal fokus dalam mengurus Fakir Miskin dan Anak yatim juga dapat mengambil peran dalam menciptakan SDM berkualitas di bidang ekonomi Syariah.

Baca: Masuk Musim Kemarau Inhil Siaga Karhutla, BPBD Imbau Masyarakat Melapor Agar Karhutla Tidak Meluas

"Salah satu ide saya, yayasan MZA harus punya panti asuhan dan Pondok Pesantren. meski mereka selama ini, sangat konsen mengurusi anak yatim dan fakir miskin,tetapi mereka belum punya panti asuhan dan Sekolah. Saya sudah minta tadi kepada Amir Majlis, untuk melakukan inventarisir kabupaten mana saja yang banyak anak yatim dan fakir miskinnya, dan Kami siap support itu," sebutnya

Menanggapi Hal itu, Amir Majelis Dzikir Al-Hidayah Erizal. ST mengungkapkan, MZA siap mendukung serta bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Riau dalam menjalankan Konsep Ekonomi Syariah yang akan di terapkan gubernur terpilih.

Erizal yang juga Bendahara Umum DPW PAN Riau menerangkan, MZA kedepanya akan lebih fokus dalam membangun sumber daya manusia, khusunya fakir miskin dan anak yatim dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia mereka.

"Kita selaku Basis Masa yang perlu dibangun tentunya akan bersinergi dengan pembangunan provinsi Riau. Apalagi gubernur terpilih juga akan memprogram kan progam sekolah gratis 9 tahun. kita sinergi kan program tersebut dengan konsep Majlis Dzikir terutama terkait bagaimana penanganan orang susah yang tidak bisa sekolah, dan bagaimana cara semua fasilitas penunjang pendidikan itu bisa dibantu oleh pemerintah, " sebutnya.

Diakuinya, saat ini saja, Majlis Dzikir Al hidayah Asia Pasifik memiliki jemaah 260 ribu se Asia Pasifik. Selain itu hingga 2018, MZA mengurus sebanyak 6.000 Anak yatim dan Fakir Miskin.

Baca: Sejumlah Petugas Masjid Paripurna di Kota Pekanbaru Belum Terima Honor, Walikota Sebut Karena Ini

"Dengan adanya sinergitas dengan Pemerintah Provinsi Riau kedepan, kita berharap Majlis Dzikir Al-Hidayah kedepan dapat mendirikan sekolah gratis bagi anak yatim dan fakir miskin," Harapnya.

Erizal menuturkan, bahwa Milad Ke XI ini akan menjadi momentum bagi MZA untuk membuka diri seluas luasnya kepada masyarakat.

"Dulu kita memang agak tertutup, di usia ke 11 ini, kami akan membuka diri seluas-luasnya agar masyarakat tahu apa sebenarnya bekerja MZA itu. Selama ini orang tidak tahu, sehingga tidak melahirkan su uzon dan buruk sangka. Kedepan kita menggandeng semua unsur yang mau beramal saleh," pungkasnya.

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved