Breaking News:

Berita Riau

55 Hektar Lahan di Riau Terbakar Awal Tahun 2019

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mencatat sudah ada 55 hektar lahan terbakar awal tahun 2019 ini.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Ariestia
Istimewa
FOTO ILUSTRASI - Proses pemadaman Karhutla oleh tim gabungan di Kelurahan Teluk Meranti Kecamatan Teluk Meranti, Sabtu (29/9/2018). 

Laporan wartawan tribunpekanbaru.com Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kebakaran sudah melanda sejumlah wilayah di Riau.

Bahkan dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mencatat sudah ada 55 hektar lahan terbakar awal tahun 2019 ini.

Lokasi terparah terjadi di daerah Kecamatan Tanah Putih Rohil seluas 40 hektar sudah terbakar, kemudian di Kecamatan Tapung Kampar seluas 4 hektar, Mandau Bengkalis 10 hektar dan Dumai 1 hektar.

Lokasi Kebakaran ini sendiri menurut Kepala BPBD Riau Edwar Sanger tetap lokasi yang sebelumnya pernah terbakar, hampir semua titik tersebut berada di lokasi yang sama.

"Seperti di Dumai tetap di daerah Sungai Sembilan, Rohil tetap daerah Tanah putih dan Kampar juga di sekitar daerah yang sama, jadi lokasi yang terbakar ibu-ibu saja, "ujar Edwar Sanger kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu.

Baca: Bongkar Kesaksian Prostitusi Artis, Irma Darmawangsa Akui Sempat Ditawari Uang Diatas Rp 80 Juta

Untuk lokasi kebakaran terparah di Rohil menurut Edwar juga sudah berhasil dipadamkan oleh petugas TNI, Polisi dan Gabungan di lokasi, karena selama ini komunikasi sudah terjalin dengan baik, sehingga jika terjadi kebakaran langsung respon di daerah.

"Alhamdulillah sudah bisa dipadamkan, sekarang ini tinggal pendinginan saja lagi, "ujar Edwar.

Begitu juga untuk daerah Bathin Solopan Mandau Bengkalis dan Kampar yang sebelumnya sempat terbakar juga sudah berhasil dipadamkan petugas di lapangan yang terdiri dari TNI, Polri dan Manggala agni serta BPBD.

"Kita semuanya terus kordinasi dan semuanya masih bisa diatasi, patroli juga tetap dilakukan untuk upaya pencegahan," ujarnya.

Selain suhu udara panas juga penyebab kebakaran ini disebabkan angin kencang sehingga petugas sempat kewalahan melakukan Pemadaman di lapangan. Untuk peralatan sendiri Pemadaman darat masih cukup di lapangan.

Baca: Kondisi Jalan Lintas Lipat Kain Rusak Parah dan Sudah Tiga Nyawa Melayang

Sementara berdasarkan pantauan satelit Tera Aqua Minggu (6/1) titik panas di Riau hanya terpantau satu titik di Kabupaten Siak sedangkan di Rokan Hilir yang sebelumnya sempat terjadi kebakaran hebat sudah tidak ada lagi.

Menurut Kasi Data dan Informasi BMKG Marzuki mengatakan Potensi hujan juga diprediksi masih terjadi untuk sebagian besar wilayah Riau, untuk wilayah pesisir juga masih ada potensi meskipun dengan hujan ringan hingga sedang.

Sebagaimana prakiraan cuaca dari BMKG sendiri musim kering mulai terjadi pada Februari namun pada maret kembali turun hujan lagi selanjutnya April mulai kering lagi.

"Tapi ini baru sampai April, kami belum rapat bersama di pusat untuk penetapan, sampai saat ini masih terus dipantau atmosfernya seperti apa. Daerah berdampak juga belum dipetakan," jelas Marzuki.

Baca: Asriati Deg-degan, Perbanyak Doa Sebelum Pengumuman CPNS 2018 Pemprov Riau

Untuk daerah pesisir sendiri seperti Meranti, Bengkalis, Dumai dan Rohil memang masuk dalam daerah yang secara iklim tinggi dan susah prediksi cuaca di daerah ini.

"Seperti sekarang mulai berkurang hujan disana," ujarnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved