Breaking News:

Kampar

Kondisi Jalan Lintas Lipat Kain Rusak Parah dan Sudah Tiga Nyawa Melayang

Tidak hanya kecelakaan biasanya, akibat lubang menganga di jalan, sudah 3 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan.

Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru/IkhwanulRuby
Kondisi Jalan Lintas Lipat Kain yang Rusak Parah dan Sudah Makan Korban 

TRIBUNPEKANBARU, KAMPAR - Jalan lintas Lipat Kain menuju Kuansing kondisinya rusak parah dan sangat membahayakan pengendara yang melintas.

Saat ini kondisi jalan lintas tersebut banyak berlubang dan sudah banyak makan korban.

Warga Lipat Kain, Zulkifli, kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (6/1) menjelaskan dalam beberapa bulan terakhir karena kondisi jalan demikian sudah banyak warga yang melintas mengalami kecelakaan.

"Kalau yang kecelakaan motor tak terhitung. Mobil juga ada yang bersenggolan. Hal tersebut terjadi karena para pengendara berusa mengelak lubang jalan," katanya.

Baca: Pertengkaran Berujung Maut di Kampar, Balok Kayu Melayang karena Tak Suka Istrinya Dilabrak Orang

Tidak hanya kecelakaan biasanya, akibat lubang menganga di jalan, sudah 3 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan.

"Terakhir ada ibu-ibu yang meninggal di tempat," tuturnya.

Kondisi jalan berlubang tersebut dari Lipat Kain hingga ke Desa Muara Lembu, perbatasan Kabupaten Kuantan Singingi.

Ia menuturkan jalan tersebut baru diperbaiki sekitar pertengahan tahun 2018 lalu. Namun karena buruknya pengerjaan oleh kontraktor pelaksana, jalan tersebut banyak berlubang lagi.

Masyarakat sudah banyak mengeluh, tapi tidak tahu harus mengadu ke mana.

"Kita juga sudah sharring ke Pak Kades Lipat Kain. Dia mengaku tidak tahu apa-apa, bahkan tidak ada laporan sama sekali dari kontraktornya. Panjang jalan yang berlubang itu sekitar lebih dari 20 kilometer," ucapnya.

Ia mengaku resah, karena sangat berbahaya. Apalagi malam hari, sangat berbahaya.

Baca: SETUBUHI Pacar 7 Kali Hingga Hamil, EM Warga Kampar Dilaporkan Ayah Pacarnya ke Polisi

Ia berharap agar pemerintah melalui kontraktor pelaksananya, untuk segera memperbaikinya. Jika tidak, akan bertambah lagi jumlah korban yang kecelakaan.

Saat ini untuk mencegah pengendara masuk lubang disejumlah titik jalan yang berlubang ditempatkan drum atau tanda supaya pengendara bisa menghindar.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Noviwaldy Djusman menegaskan, bahwa status jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat. Perbaikannya menggunakan dana APBN, melalui Balai Kementerian yang ada di Provinsi Riau.

"Kita minta kawan-kawan DPR RI untuk menindaklanjuti persoalan ini. Karena ini merupakan jalan negera. Balai Jalan yang berwenang untuk memperbaikinya. Ini jangan anggap sepele," tuturnya.

Anggota DPR RI Dapil Riau I Sayyed Abu Bakar Assegaf juga telah memantau kondisi jalan ini, ia meminta agar masyarakat serta perangkat daerah seperti RT, RW dan Kades segera membuat laporan terkait kondisi jalan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Riau, Kementrian PUPR, agar nanti dapat dipertanyakan langsung kepada Kementerian PUPR.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved