Berita Riau

KONI Riau hanya Bayarkan Uang Pembinaan Atlet Berprestasi sampai Agustus 2019

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau hanya bayarkan uang pembinaan atlet berprestasi sampai Agustus 2019

KONI Riau hanya Bayarkan Uang Pembinaan Atlet Berprestasi sampai Agustus 2019
Net
KONI. KONI Riau hanya Bayarkan Uang Pembinaan Atlet Berprestasi sampai Agustus 2019 

KONI Riau hanya Bayarkan Uang Pembinaan Atlet Berprestasi Sampai Agustus 2019

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Rino Syahril

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau hanya bayarkan uang pembinaan atlet berprestasi sampai Agustus 2019.

Ini sebagai akibat dari berkurangnya anggaran KONI Riau tahun 2019, dan ini tentunya berdampak terhadap pembinaan atlet.

"Anggaran kita tahun 2019 ini hanya disetujui Rp 20 miliar pada APBD Riau 2019 dan itu tentunya sangat berdampak bagi pembinaan atlet," ujar Emrizal Pakis kepada Tribun, Senin (14/1).

Baca: Bandar Narkoba Asal Kampar Ini Tinggalkan Mobil Toyota Yaris Demi Melarikan Diri, Begini Akhirnya

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Lahir di Keluarga Seniman, Lomba Nyanyi hingga Jadi Dara Pekanbaru

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Jadi Dara Riau hingga Putri Pariwisata Ekonomi Kreatif Indonesia

Baca: KISAH Cewek Cantik dan Imut Asal Pekanbaru, Putus Kuliah hingga Jadi Seorang Pengusaha Dessertbox

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Jadi FDJ, Hindari Godaan hingga Pergaulan Bebas dan Dunia Malam

Oleh karena itu kata Emrizal, pihaknya akan mengutamakan anggaran untuk Porwil, Pra PON dan juga Try Out atlet.

"Jadi kita untuk uang pembinaan atlet dan pelatih yang kita bayarkan setiap bulannya juga kita kurangi," ucap Emrizal.

Jadi sesuai hasil kesepakatan jelas Emrizal, uang pembinaan atlet dan pelatih berprestasi hanya dibayarkan sampai bulan Agustus saja.

"Sisanya 4 bulan lagi akan kita carikan solusinya," papar Emrizal.

Uang pembinaan khusus atlet dan pelatih berprestasi sepanjang tahun 2018 kata Emrizal lagi, besaran yang diberikan akan dikelompokan atau dibedakan penerimaannya.

"Besaran yang diterima berdasarkan dari atlet unggulan, atlet andalan dan atlet potensial," ujar Emrizal.

Atlet unggulan adalah atlet yang dikelompokan akan meraih emas di PON.

Baca: KISAH Dua FDJ Cantik Asal Pekanbaru, Jadi Pengusaha hingga Bertarung dengan Kejamnya Dunia Malam

Baca: Sebanyak 277 Pedagang Kaki Lima Di Jalan Teratai dan Sekitarnya Bakal Ditertibkan

Baca: Biar Tambah Semangat Kerja, PNS Ini Pilih Konsumsi Sabu-sabu!

Baca: VIDEO: Seluruh OPD Di Lingkungan Pemkab Meranti Terima DPA, Dinas PU Tertinggi Rp 279 M

Baca: Viral Video Anak Kecil Merengek hingga Peluk Polisi Dirazia Saat Bawa Motor, Ini Kronologinya

"Atlet andalan adalah atlet yang diprediksi meraih perak dan perunggu di PON 2020 Papua," ucap Emrizal.

Sedangkan atlet potensial adalah atlet yang meraih peringkat 4 besar dan dikembalikan ke Pengprov cabor untuk dilakukan pembinaan.

"Sedangkan atlet junior rencananya besaran uang pembinaan akan kita samakan semuanya," ungkap Emrizal. (*)

Penulis: Rino Syahril
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved