Rabu, 15 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Mayat Mengapung di Perairan Meranti Ternyata Warga Myanmar Bernama Kyam Kyam

Mayat mengambang yang ditemukan nelayan di perairan Meranti ternyata warga Myanmar Bernama Kyam Kyam.

Penulis: | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Perwakilan perusahaan tempat bekerja mayat yang ditemukan di Kepulauan Meranti hadir untuk menjemput jenazah karyawannya itu, Kamis (17/01/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI- Mayat mengambang yang ditemukan nelayan di perairan pantai Desa Tanjung Pisang, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kepulauan Meranti, Selasa (15/1), akhirnya dibawa pihak perwakilan perusahaan ke Jakarta.

Jenazah selanjuny akan diotopsi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

"Hasil pertemuan sementara antara perwakilan perusahaan, kepolisian, imigrasi, dan RSUD Selatpanjang, mayat tersebut dibawa ke Jakarta melalui Pekanbaru untuk diotopsi di RSCM. Sampai saat ini masih dalam proses pengurusan administrasi," ucap Kapolres Meranti, AKBP La Ode Proyek, Kamis (17/1).

Awalnya, mayat yang nyaris tinggal tulang belulang itu tidak dikenali dan tidak ada identitas di
tubuhnya.

Polisi hanya memiliki petunjuk di baju yakni nama sebuah perusahaan yaitu PT Hong Lam Marine.

Setelah dicari tahu ternyata itu merupakan perusahaan pelayaran asal Singapura.

Kapolsek Merbau Iptu Roemin Putra,SH, kemudian melakukan koordinasi dengan PT Spicaputra Sarana di Jakarta selaku penghubung PT Hong Lam Marine di Indonesia.

Kapolsek mendapat informasi bahwa memang benar ada satu awak kapal tanker milik PT Hong Lam Marine yang terjatuh di sekitar Selat Singapore pada tanggal 7 Januari 2019.

Kemudian pada Rabu (16/1), Happy Suharto perwakilan PT Spicaputra Sarana dari Jakarta tiba di Kota Selatpanjang dan langsung mengecek ke kamar mayat RSUD Kepulauan Meranti.

Happy menyatakan bahwa benar pakaian yang digunakan mayat tanpa identitas tersebut adalah seragam awak kapal tanker milik PT Hong Lam Marine yang jatuh di sekitaran Selat Singapura pada 7 Januari lalu saat bekerja.

Adapun identitas mayat bernama Kyam Kyam, warga negara Myanmar yang lahir di Nattalin , 9 Juli 1986.

Sebelumnya, penemuan mayat sempat mebuat geger warga Meranti.

Akibat kondisi mayat yang hampir sudah menjadi tulang belulang, mayat sulit untuk diidentifikasi.

Hingga akhirnya perwakilan perusahaan dari mayat tersebut hadir di Selatpanjang dan memberikan identitas dana kronologis kejadian naas yang menimpa korban. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved