Kuansing

Aktivis Lingkungan Kuansing Sebut Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 sudah Ketinggalan Zaman

Aktivis Lingkungan Kuantan Singingi (Kuansing) menyebut Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem

Aktivis Lingkungan Kuansing Sebut Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 sudah Ketinggalan Zaman
Tribun Pekanbaru/Istimewa
Aktivis Lingkungan Kuansing Sebut Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 sudah Ketinggalan Zaman 

Aktivis Lingkungan Kuansing Sebut Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 sudah Ketinggalan Zaman

Laporan Fotografer Tribun Pekanbaru, Theo Rizky

TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING - Aktivis Lingkungan Kuantan Singingi (Kuansing) menyebut Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem sudah ketinggalan zaman.

Pengungkapan kasus perburuan rangkong (Bucheros sp) di Kabupaten Kuansing oleh Polres Kuansing dan pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau yang sempat viral beberapa waktu lalu mendapat apresiasi oleh Ketua DPC Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kuansing yang juga aktivis lingkungan Jan F Butar-butar.

Baca: KISAH Pasangan Suami Istri Asal Pekanbaru, Divonis Tidak Bisa Hamil Normal Pilih Program Bayi Tabung

Baca: Tiga Wanita Cantik dan Dua Pria Ditangkap Polres Bengkalis, Terkait Penyalahgunaan Narkoba

Baca: GALERI Banker Kece dan Cantik Indonesia, Ada yang dari Pekanbaru dan Terpilih Jadi Dara Riau

Menurutnya, gerak cepat aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus ini memang patut diajungi jempol.

Meski saat ini petugas masih memburu seorang tersangka lainnya, setidaknya komitmen untuk menindak para pelaku kejahatan satwa di lindungi memang terlihat.

Perlu diketahui, selain berjasa dalam kelestarian hutan, rangkong merupakan burung yang masuk dalam keluarga Bucerotidae (julang, enggang, dan kangkareng).

Khusus Indonesia, ada 13 jenis rangkong yang tersebar di Nusantara yang 3 jenisnya merupakan endemik Indonesia yaitu 2 jenis di Sulawesi; julang sulawesi (Ryhticeros cassidix) dan kangkareng sulawesi (Rhabdotorrhinus exarhatus); serta 1 jenis di Pulau Sumba yakni julang sumba (Ryhticeros everetti).

Bila dilihat peta persebarannya, Sumatera berada di urutan pertama untuk persebaran keragaman rangkong yaitu sembilan jenis yang diikuti Kalimantan dengan delapan jenis, lalu Wallacea empat jenis dan Jawa hanya tiga jenis.

Kasus kejahatan satwa liar termasuk salah satu kejahatan terbesar di Indonesia.

Halaman
12
Penulis: TheoRizky
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved