Berita Riau

BRG Bakal Pulihkan 143 Ribu Hektare Lahan Konsesi Perusahaan

emulihan atau restorasi gambut pada wilayah konsesi di Provinsi Riau mulai dilakukan pada tahun 2019 ini oleh Badan Restorasi Gambut (BRG).

TribunPekanbaru/Melvinas Priananda
Kepala Badan Restorasi Gambut Indonesia, Nazir Foead (baju putih), saat melakukan inspeksi mendadak terhadap pembukaan lahan gambut bersama warga desa Bagan Melibur di areal konsesi perusahaan di Kepulauan Meranti, Senin (5/9/2016), sempat dihadang sejumlah pihak keamanan PT RAPP. Mereka beralasan tim BRG belum mengantongi izin dari perusahaan untuk masuk ke wilayah konsesinya. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM,  PEKANBARU-Pemulihan atau restorasi gambut pada wilayah konsesi di Provinsi Riau mulai dilakukan pada tahun 2019 ini. Badan Restorasi Gambut (BRG) menyatakan, untuk tahap awal, akan dilakukan restorasi terhadap 143.000 hektar lahan gambut yang berada di wilayah konsesi perusahaan.

Pasalnya, berdasarkan peta indikatif restorasi gambut tahun 2016, ditetapkan ada sekitar 814.714 hektar wilayah target restorasi gambut di Riau. Seluas 37.567 hektar di antaranya berada di kawasan konservasi, 69.779 hektar berada di kawasan hutan ataupun areal penggunaan lain yang tidak dibebani izin.

Sedangkan 707.363 hektar, atau sekitar 87 persen dari total areal target restorasi ada di wilayah konsesi kehutanan atau perkebunan. Angka ini terbesar dari target restorasi di wilayah atau kawasan lainnya.

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Dr Myrna A Safitri menjelaskan, restorasi gambut di wilayah konsesi merupakan tanggung jawab pemegang konsesi sendiri.

Sebagian besar mereka telah mendapatkan perintah untuk melakukan pemulihan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Sesuai Perpres 1/2016, BRG berfungsi melakukan supervisi atau asistensi teknis agar perusahaan dapat menjalankan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dengan benar," ujar Myrna dalam acara Press Briefing, bertema "Aksi Cepat Restorasi Gambut Untuk Cegah Karhutla Riau" Jumat (18/1/2019).

Lanjut dia, pada tahap awal di tahun 2019 ini, untuk luasan restorasi di lahan gambut di wilayah konsesi perusahaan di Provinsi Riau, mencapai 143.000 hektar.

Myrna menegaskan, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 57 tahun 2016 mengenai perlindungan gambut, kegiatan restorasi di lahan konsesi perusahaan ada beberapa fase. Dengan diawali rencana dari KLHK.

KLHK selanjutnya memerintahkan kepada perusahaan pemegang izin konsesi yang lahannya dinilai rusak, untuk menyusun rencana pemulihan. Mereka lalu melakukan kegiatan restorasi, dengan cara menghindari kebakaran lahan atau pelepasan karbon yang besar.

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved