Berita Riau

BRG Bakal Pulihkan 143 Ribu Hektare Lahan Konsesi Perusahaan

emulihan atau restorasi gambut pada wilayah konsesi di Provinsi Riau mulai dilakukan pada tahun 2019 ini oleh Badan Restorasi Gambut (BRG).

TribunPekanbaru/Melvinas Priananda
Kepala Badan Restorasi Gambut Indonesia, Nazir Foead (baju putih), saat melakukan inspeksi mendadak terhadap pembukaan lahan gambut bersama warga desa Bagan Melibur di areal konsesi perusahaan di Kepulauan Meranti, Senin (5/9/2016), sempat dihadang sejumlah pihak keamanan PT RAPP. Mereka beralasan tim BRG belum mengantongi izin dari perusahaan untuk masuk ke wilayah konsesinya. 

"Saat itulah baru BRG masuk untuk memberikan supervisi atau asistensi hingga tuntas. Kami masuk pada fase ketiga," sebutnya.

Hingga akhir tahun 2018 kata Myrna, baru di Provinsi Jambi dan Kalimantan Barat yang lahan konsesi perusahaannya direstorasi. "Untuk Riau baru akan dimulai Januari 2019 ini, minggu ketiga atau keempat kami akan mulai masuk ke Riau," papar Myrna.

Pelaksanaan restorasi di wilayah konsesi ini di suatu daerah, juga dilakukan berdasarkan keputusan tim pengarah teknis BRG, yang terdiri dari Gubernur dan Kementerian Lembaga mengacu pada pedoman tim KLHK. Sekarang pedoman baru selesai disiapkan.

Ditanyai perusahaan apa saja yang akan segera direstorasi lahan konsesinya, Myrna mengatakan sesuai pedoman ada sekitar dua perusahaan pemegang izin. Namun, dia tidak menyebutkan kedua perusahaan tersebut. "Satu atau dua perusahaan. Kami baru akan rapat untuk program tersebut," ujarnya singkat.

Lebih jauh, dia menegaskan untuk pengawasan upaya restorasi di lahan gambut konsesi perusahaan sepenuhnya menjadi tugas dari KLHK dan Kementerian teknis. BRG, kata dia sebatas memberikan asistensi dan pendampingan.
Untuk diketahui, sejak kegiatan restorasi dimulai pada 2016 hingga 2018 lalu, BRG mengklaim telah memulihkan 78.649 hektare gambut di luar areal konsesi perusahaan.

Untuk diketahui, sejak 2016, kegiatan restorasi gambut di Riau telah menjangkau 78.649 hektar areal terdampak. Dengan fasilitasi APBN pada 2017-2018, areal terdampak adalah 77.484 hektar. Sementara yang dilakukan oleh lembaga mitra sejak 2016 adalah 1.165 hektar.

Kegiatan dengan fasilitasi APBN yang dilakukan BRG, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan pemangku kawasan konservasi pada tahun 2018 berdampak pada 50.889 hektar. Pada tahun 2017 BRG melakukan bersama kelompok masyarakat pada 26.595 hektar.

Dilihat dari capaian ini maka kegiatan restorasi telah dilakukan pada 73 persen dari areal target restorasi yang ada di Iuar wilayah konsesi di Riau yang luasnya 107.346 hektar.

Kemudian aktivitas Pembangunan Infrastruktur Pembasahan Gambut (PIPG) di Riau pada 2018 berlangsung di tujuh kabupaten/kota.

Selama setahun terakhir ini dibangun 325 sumur bor dan 815 sekat kanal. Selain itu ada revegetasi pada 120 hektar dan revitalisasi sosial ekonorni untuk 37 paket. Anggaran Tugas Pembantuan untuk Riau adalah Rp46 miliar dengan serapan anggaran pada akhir 2018 adalah Rp 40 miliar. (*)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved