Breaking News:

Kisah Hijrah Anggota Geng Motor, Dulu Sering Perang Antar-Geng

Brigez yang sekarang terdaftar sebagai organisasi kepemudaan terbentuk dengan tekad mengubah pandangan miring sebagian kalangan tentang geng motor.

foto/istimewa
GALANG DANA - Komunitas Brigez Riau turun ke jalan menggalang dana untuk membantu korban tsunami Banten dan Lampung, Minggu (6/1) lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Komunitas Brigade To Seven (Brigez) yang sekarang terdaftar sebagai organisasi kepemudaan terbentuk dengan tekad mengubah pandangan miring sebagian kalangan tentang geng motor.

Banyak kisah menarik dari anggotanya sebelum hijrah menjadi orang ‘baik’ dengan berbagai kegiatan positif di Brigez.

Seperti yang dirasakan oleh Arief Gunawan. Dia mengaku dapat berubah karena bergabung di Brigez.

Dia tetap dapat menyalurkan hobinya menjajal jalanan dengan sepeda motor. Dengan bergabung di Brigez, dia bisa menjalankan hobi sekaligus beramal.

Arief telah bergabung dengan Brigez Riau sejak dua tahun belakangan. Mahasiswa semester II Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) ini pernah terlibat dengan kebrutalan geng motor saat masih duduk di bangku SMP.

Tak jarang Arief ikut tawuran kala itu. Bahkan sampai menggunakan senjata tajam saat perang antargeng. Arief beruntung tidak sempat menjadi korban.

"Ketika SMP dulu, taulah kan, darah muda baru-baru ada," ujar Arief, belum lama ini.

Warga Pekanbaru ini kemudian sadar jika semua itu tidak ada gunanya. Bahkan merugikan orang lain dan diri sendiri.

Arief lalu hijrah. Ia tercatat sebagai anggota.

Arief semakin mantap dengan hijrahnya setelah bergabung dengan Brigez. Ia berteman dengan orang-orang yang juga meninggalkan jahatnya geng motor.

"Kita nggak tentu arah. Taunya ribut. Sudah capek yang kayak gitu. Nggak ada gunanya juga. Yang rugi malah diri sendiri," ujar Arief.

Ia aktif mengikuti kegiatan sosial Brigez.

Ia ikut merangkul teman-teman geng motor yang masih salah jalan. Ia berusaha menyadarkan dengan berbagi pengalaman tentang kegiatan sia-sia dari geng urak-urakan.

"Sekarang sudah nggak zamannya lagi. Sekarang gimana kita membawa kebaikan kepada masyarakat," ujar Arief.

Ia merasa puas bisa berbuat untuk orang banyak melalui aksi sosial dan keagamaan Brigez. "Ada kepuasan batin. Kita bisa berubah," imbuhnya. (*)

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: ihsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved