Dumai

KISAH Pak Wis 20 Tahun Menunggu Bandar Bakau, Raih Penghargaan hingga Legenda Putri Tujuh

Kisah Pak Wis selama 20 tahun menunggu Bandar Bakau yang ada di Kota Dumai, Riau, raih penghargaan dari negara hingga Legenda Putri Tujuh

KISAH Pak Wis 20 Tahun Menunggu Bandar Bakau, Raih Penghargaan hingga Legenda Putri Tujuh
Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
KISAH Pak Wis 20 Tahun Menunggu Bandar Bakau, Raih Penghargaan hingga Legenda Putri Tujuh 

"Awak lagi santai, apo cito? Marilah," katanya menyapa.

Dia pun mengajak duduk sambil minum kopi di pinggiran pantai.

Sambil menyusuri jalur jalan yang ia buat menuju pinggir pantai berbahan kayu dan semen di beberapa bagian.

Bandar Bakau nampak sepi dari pengunjung.

Maklum saja, bukan hari libur.

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Perangi Hoax, Edukasi Masyarakat Bahaya Laten Hoax

Baca: IBU Ini Saksikan Sidang Vonis Hukuman Mati Anaknya di PN Bengkalis, Tanpa Meneteskan Air Mata

Baca: KISAH Dua Cewek Cantik Pemain Perkusi Asal Pekanbaru, Ini Foto-foto Cantik Mereka

Biasanya orang menghabiskan waktu disana pada akhir pekan atau pada kegiatan-kegiatan tertentu saja.

Pak Wis nampak sehat dengan rambut yang hampir memutih semua karena dimakan usia.

Ayah tiga anak ini tetap semangat menceritakan Bandar Bakau, lahan yang ia perjuangkan eksistensinya 20 tahun belakangan.

"Saya masuk ke Bandar Bakau itu tahun 1999. Dulu belum Bandar Bakau namanya, masih disebut orang museum bakau atau hutan saja," kata Pak Wis.

Dia mengaku, pilihannya untuk menempati kawasan itu bermula ketika PT Pelindo I Dumai hendak melebarkan areal pelabuhan ke arah Bandar Bakau dari Delta Sungai Dumai.

Halaman
1234
Penulis: Syahrul
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved