Supir Diduga Injak Gas, Mobil Taft Terjun dari Rakit, Satu Keluarga Tewas

Mobil berisi satu keluarga terdiri dari tujuh orang, terjun ke sungai dari rakit penyeberangan. Lima ditemukan meninggal, dua lagi diduga hanyut.

Supir Diduga Injak Gas, Mobil Taft Terjun dari Rakit, Satu Keluarga Tewas
tribunmedan
Warga dan petugas mengevakuadi mobil Taft yang tenggelam di Sungai Wampu, Langkat, Sumut, Jumat (18/1). 

tribunpekanbaru.com - Suasana pilu mewarnai rumah duka tujuh anggota keluarga penumpang mobil Taft maut yang tenggelam di Sungai.

Mobil taft yang ditumpangi terjun ke sungai saat hendak menyeberang sungai melalui jasa getek atau rakit di Selayang Pulo-Stungkit, dan tenggelam di Dusun V Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Jumat (18/1), sekitar pukul 13.00 WIB.

Mobil tiba-tiba melompat dan tenggelam ke sungai ketika hendak menyeberang sungai. Diduga pedal gas terinjak ketika mobil sudah berada di atas getek.

Kepala Dusun V Stungkit, Sunardi, menyatakan, seluruh penumpang mobil Taft ada tujuh orang. Namun baru lima orang yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan dua orang suami istri masih belum ditemukan.

"Ada tujuh orang di dalam mobil, lima orang meninggal dunia di dalam mobil yang tenggelam. Sementara dua orang lainnya hanyut dibawa arus sungai dan belum ditemukan," kata Sunardi.

Dua yang belum ditemukan merupakan suami istri Kliwon-Nurhayati. Adapun lima korban yang ditemukan yakni Suyadi, Sarinem, Sujoko Arta Winata (anak Suyadi) berusia 4 tahun, serta anak Kliwon, Riski dan April.

Pihak keluarga mengatakan, para korban bertujuan pindahan ke Madina. Kliwon baru dapat pekerjaan di perkebunan setelah selama ini kerja mocok-mocok. "Mereka sekeluarga di dalam mobil. Mau ke Mandailing Natal (Madina) mengantar Kliwon pindahan. Kliwon baru dapat pekerjaan di sana," ujar pihak keluarga di rumah duka.

Jasad para korban yang dievakuasi langsung disemayamkan di rumah duka di Dusun V dan Dusun VII Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Isak tangis pun menggema di rumah duka.

Kapolsek Stabat, AKP B Girsang mengatakan, pihaknya langsung ke lokasi membantu mengevakuasi. "Jadi orang ini masih belum bergerak mau menyeberang, masih baru naik ke rakit penyeberangan. Itulah, tiba-tiba dipijak supirnya pedal gas, nyebur lah langsung. Lima orang sudah dievakuasi, dua lagi belum ditemukan," katanya.

Dijelaskan Kapolsek, jarak tepi yang satu dengan tepi lainnya di sungai tersebut sekitar 30 meter, dan arus sungai deras.  (rin)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved