Berita Riau

Berkas Lengkap, Terduga Penghina UAS Ini Bakal Diadili

Proses hukum dugaan penghinaan terhadap Ustadz Abdul Somad di media sosial yang dilakukan oleh pria bernama Jony Boyok sudah memasuki tahap II.

Berkas Lengkap, Terduga Penghina UAS Ini Bakal Diadili
internet
Ilustrasi - Pemilik Akun Jony Boyok dan Ustaz Abdul Somad 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM PEKANBARU - Proses hukum dugaan penghinaan terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) di media sosial (Medsos) yang dilakukan oleh pria bernama Jony Boyok sudah memasuki tahap II. Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau sudah melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Riau.

Ini artinya, tak lama lagi tersangka Jony Boyok akan menjalani proses peradilan. Hal ini dibenarkan oleh Kombes Pol Gidion Arif Setiawan, saat dikonfirmasi Tribun, Senin (21/1/2019).

"Iya sudah kita limpahkan ke Kejaksaan," terang Gidion.

Pelimpahan tahap II dilakukan setelah Jaksa menilai tidak adanya kekurangan lagi di berkas perkaranya, atau dinyatakan lengkap atau P-21.

Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan mengatakan pelimpahan tahap II atas nama tersangka Jony Boyok telah diterima pihak Kejaksaan. "Jumat lalu (dilimpahkan), sudah tahap II," ungkapnya.

Saat ditanyai kapan yang bersangkutan akan diadili, Muspidauan menyatakan jika saat ini JPU sedang menyusun dakwaan terlebih dahulu. "Seminggu atau dua minggu ini lah paling lama sidangnya. JPU masih akan menyusun dakwaan. Setelah matang, baru kita limpahkan ke pengadilan untuk disidangkan," sebutnya.

Muspidauan menambahkan, terhadap tersangka Jony Boyok sendiri, tidak dilakukan penahanan. Hal ini lantaran ancaman hukuman yang dikenakan kepada tersangka, kurang dari 5 tahun. "Pasal ancamannya kan dibawah 5 tahun, jadi sesuai aturannya tersangka tidak bisa ditahan," bebernya.

Sebelumnya, penyidik Polda Riau menetapkan Jony Boyok, terlapor dalam kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian di akun media sosial Facebook miliknya terhadap Ustad Abdul Somad (UAS) sebagai tersangka.

Jony ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian dengan sangkaan pelanggaran UU ITE terhadap UAS selaku korban. Penetapan Jony Boyok sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara, Senin (8/10/2018) lalu.

Jony Boyok ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan atas laporan oleh UAS. Dirinya dilaporkan oleh UAS ke Polda Riau atas statusnya di akun Facebook yang menghina UAS dengan sebutan yang tidak pantas.

Ia lantas diserahkan oleh FPI Pekanbaru dan sejumlah masyarakat ke Mapolda Riau untuk diamankan. Ia merupakan warga Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru. Jony Boyok dalam perkara ini disangkakan Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ancaman hukuman atas pasal itu, penjara paling lama 4 tahun dan atau denda paling banyak Rp 750.000.00. Karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun, maka terhadap Jony Boyok tidak dilakukan penahanan. (*)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved