Sport
Forki Siap-siap Gelar Kejuaraan Karate di Pekanbaru, Ini Targetnya
Rencananya, event yang dilabeli Kejurkot (kejuaraan kota) tersebut, dihelat pada Februari mendatang.
Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Syafruddin Mirohi
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pengkot Federasi Karatedo Indonesia (Forki) Kota Pekanbaru, mengagendakan menggelar kejuaraan dalam waktu dekat ini. Rencananya, event yang dilabeli Kejurkot (kejuaraan kota) tersebut, dihelat pada Februari mendatang.
Ketua Forki Kota Pekanbaru Afrizal Usman, Selasa (22/1/2019) menjelaskan, bahwa kepastian Kejurkot ini sendiri, akan dibawa dalam rapat pengurus, serta para pelatih dalam beberapa hari mendatang.
"Untuk tanggal pastinya, belum kita tetapkan. Tergantung hasil rapat nanti. Yang pasti, kita sudah jadwalkan Kejurkot ini," kata Afrizal Usman saatt berbincang dengan Tribunpekanbaru.com.
Baca: PUPR Kaji Rencana Buka Akses Jalan Bawah Fly Over Pekanbaru Sebelum Peresmian Jembatan Layang
Disinggung mengenai kelas yang akan dipertandingkan, Afrizal menerangkan, untuk kelas yang dipertandingkan, semua kelas yang ada. Terutama kelas-kelas yang selama ini atletnya dimiliki Forki Kota Pekanbaru.
Tujuannya jelas, untuk mencari bibit-bibit atlet yang handal. Selanjutnya para atlet ini akan dibina secara kontinue, untuk dikirim mewakili Kota Pekanbaru di berbagai event. Baik event lokal Riau, regional maupun kejuaraan nasional.
"Untuk saat ini kita memang sudah banyak melahirkan atlet-atlet berprestasi. Tentunya perlu regenerasi selanjutnya. Bahkan target kita atlet Pekanbaru ini, bisa tampil di PON Papua mendatang," harapnya.
Baca: Vanessa Angel Akui Depresi Tersangkut Kasus Prostitusi, Kurung Diri 2 Minggu di Kamar
Mengenai anggaran Kejurkot ini sendiri, Afrizal belum menghitungnya secara pasti. Apalagi anggaran hibah bantuan ke KONI Pekanbaru belum cair.
Sekadar diketahui, KONI Pekanbaru mendapat anggaran hibah dari Pemko Pekanbaru tahun 2019 ini, sebesar Rp 6,9 miliar. Nilai ini lebih besar dari bantuan hibah tahun 2018 lalu, yakni hanya Rp 4,5 miliar. (*)