Siak

Warga Pemukiman Perkebunan Belum Punya Listrik, Ini Kata Pihak Pemkab Siak

Kadistransnaker Siak Amin Budyadi ikut merasakan kesulitan lebih 500 KK yang tinggal di inti I-VII PTPN V Lubuk Dalam.

Warga Pemukiman Perkebunan Belum Punya Listrik, Ini Kata Pihak Pemkab Siak
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
FOTO ILUSTRASI - Petugas tengah memperbaiki jaringan listrik PLN. 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Siak Amin Budyadi ikut merasakan kesulitan lebih 500 KK yang tinggal di inti I-VII PTPN V Lubuk Dalam, Siak karena belum teraliri listrik. Ia meminta agar ketua RT atau RK di pemukiman mengirimkan surat permohonan kepada PLN Rayon Siak.

"Soal kelistrikan ini kan ada pada dinas kami. Nanti surat permohonannya minta ditembuskan kepada kami, lalu kami dorong dari dinas," kata Amin Budyadi kepada Tribubsiak.com, Selasa (22/1/2019).

Ia mengatakan, untuk menjadi pelanggan PLN tidak ada kaitan dengan lokasi pemukiman. Baik yang tinggal di dalam kawasan perusahaan tertentu atau tidak sama sekali. Apalagi yang membutuhkan itu terdiri dari ratusan KK.

"Itu tidak ada masalah, yang penting ajukan dulu terus kita bantu dari pemerintahan. Solusinya nanti palingan jaringannya di mana, ya pihak PLN lah yang mengecek ke lokasi," kata Amin.

Baca: VIDEO: Deputi Bidang Pelayanan Publik Beri Tanggapan Positif Saat Tinjau MPP Pekanbaru

Amin mengaku, sejak menjabat Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Siak sebelum dinas itu dipindahkan ke provinsi, ia bercita-cita ingin membuat warga Siak diterangi listrik PLN. Apalagi saat ini bidang kelistrikan itu ada di Distransnaker Siak.

"Kita Insyaallah bantu itu. Pada prinsipkan Pemkab Siak ingin membuat warganya merdeka semua tentang listrik ini," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Warga yang tinggal di pemukiman-pemukiman di dalam perkebunan merindukan listrik PLN. Bertahun-tahun tinggal di sana, penerangan masih memanfaatkan mesin genset.

Satu di antaranya ada di dalam PTPN V Lubuk Dalam. Warga yang tinggal di pemukiman Inti I-VII masih belum teraliri listrik PLN. Setiap sore tiba, kelompok-kelompok yang memiliki mesin genset sibuk menyalakan mesin. Penerangan dari mesin yang berbahan bakar bensin itu pun hanya bisa menyala dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

Dar (30) warga yang tinggal di pemukiman itu belum pernah membeli kulkas. Jika keluarganya membutuhkan es batu, ia harus pergi ke pasar Lubuk Dalam. Kesusahan itu semakin sulit ia rasakan pada saat bulan puasa. Warga setempat kerap membutuhkan es batu untuk pendingin minuman berbuka.

Halaman
123
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved