Siak

Beberapa Penerima TORA di Siak Dikeluarkan dari Daftar

Asisten I Setdakab Siak L Budhi Yuwono mengakui ada polemik di tingkat masyarakat terkait pembagian lahan TORA di Siak.

Beberapa Penerima TORA di Siak Dikeluarkan dari Daftar
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
FOTO ILUSTRASI - Warga kampung Sei Berbari, kampung Pusako, kabupaten Siak ramai-ramai protes kepada kepala desa mereka terkait tidak jelasnya pembagian SHM TORA, Kamis (20/12/2018) di aula kantor desa Sei Berbari. 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Asisten I Setdakab Siak L Budhi Yuwono mengakui ada polemik di tingkat masyarakat terkait pembagian lahan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di kabupaten Siak.

Karena itu, beberapa penerima TORA dikeluarkan dari daftar dan akan diganti dengan warga yang lebih berhak.

"Ada 1 ASN yang harus kita keluarkan. Padahal jika dilihat dia hanya penjaga sekolah. Kemudian beberapa dari kabupaten lain juga dikeluarkan," kata dia, Rabu (23/1/2019).

Baca: SINOPSIS Drama Korea Encounter Episode 13 Sore Ini di Trans TV, So Hyun & Jin Hyuk Dipaksa Putus

Selain ASN, nama warga yang berasal dari kabupaten lain juga telah dikeluarkan. Budhi lupa jumlah keseluruhan yang telah dikeluarkan, tetapi ada sekitar belasan orang.

"Jumlahnya saya tidak ingat. Yang jelas kita ingin pembagian TORA ini untuk warga yang benar-benar berhak," kata dia.

Sedangkan terkait warga yang belum terdaftar diusulkan kembali. Karena masih banyak lahan tersedia. Pada tahap pertama ada 4.000 Ha lahan TORA yang dibagikan.

"Kalau masih bisa pada lahan 4.000 Ha itu kita bagikan. Kalau tidak cukup nanti ada 6.000 Ha lahan lagi yang kita bagikan," kata dia.

Menurut Budhi, lahan 6.000 Ha itu ada di Sungai Apit, Sabak Auh dan Pusako. Pembagian TORA pada lahan itu bisa lebih heboh dibanding pada lahan 4.000 Ha awal.

"Kita ingin proses ke depannya lebih teratur dan lebih baik. Data warga harus lebih akurat sehingga tidak ada yang salah kasih," kata dia.

Baca: Penerima SHM TORA di Siak Ini Tidak Tahu Posisi Lahannya, Akasia di Atasnya Diperjualbelikan

Ia menceritakan, lahan 4.000 Ha awalnya akan ditanami sawit oleh PT MEG, namun Pemkab Siak tidak memberikan rekomendasi karena moratorium penanaman sawit. Akhirnya PT MEG melepaskan HGU ke BPN.

"Setelah itu Bupati surati BPN, agar dijadikan lahan TORA. Akhirnya BPN meyetujui. Kalau tidak di-TORA-kan, maka akan ada orang-orang yang menguasai dengan luas yang fantastis," kata dia.

Untuk 2.700 orang penerima sertifikat TORA menempati lahan itu. Sedangkan 6.000 Ha lahan lainnya yang juga di-TORA-kan bakal dibagikan kepada warga yang belum mendapatkan pada lahan 4.000 Ha sebelumnya. (*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved