Ada Caleg di Riau Tersandung Kasus Pidana, Bisa Dicoret Dari DCT, Bawaslu Belum Terima Rinciannya

Caleg yang tersandung pidana tersebut antara lain ditemukan di Pelalawan, Kampar dan Kabupaten Kuansing.

Ada Caleg di Riau Tersandung Kasus Pidana, Bisa Dicoret Dari DCT, Bawaslu Belum Terima Rinciannya
ISTIMEWA
Anggota Bawaslu Riau usai memasang foto imbauan untuk menolak politik uang pada pemilu April mendatang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau belum menerima laporan adanya Calon legislatif (Caleg) yang sedang menghadapi proses hukum pidana umum saat ini.

Caleg yang tersandung pidana tersebut antara lain ditemukan di Pelalawan, Kampar dan Kabupaten Kuansing, namun Bawaslu Riau mengaku belum mendapat laporan itu dari Kabupaten/Kota secara resminya.

"Ada saya dengar Caleg terpidana umum, kami baru surati Kabupaten/Kota untuk lakukan pendataan," ujar Komisioner Bawaslu Riau Kordinator Divisi Pelanggaran dan Penindakan, Gema Wahyu Adinata kepada Tribun Kamis (24/1/2019).

Bagi Caleg yang tersangkut pidana umum maka sesuai UU nomor 7 tahun 2017 pasal 285 tidak ada rekomendasi dari Bawaslu untuk membatalkan ataupun menggugurkan Caleg, itu kewenangan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Itu kewenangannya di KPU, di pasal 285 UU 7/2017 tidak ada kewajiban Bawaslu untuk merekomendasikan coret bagi caleg yang sudah inkraht putusan pidananya," ujar Gema.

Bawaslu hanya mengawasi putusan pengadilan dan jika Bawaslu rekomendasikan nanti bisa melampaui kewenangan. Karena sesuai pasal 97 UU 7/2017 kewajiban Bawaslu adalah mengawasi pelaksanaa putusan pengadilan.

"Terhadap putusan-putusan pengadilan yang bisa dilakukan bawaslu hanya menyurati KPU, menyampaikan bahwa ada putusan pengadilan yang sudah incraht. Selanjutnya sesuai pasal 285 adalah wilayah KPU untuk menindaklanjutinya," ujar Gema merincikan.

Sementara untuk pidana Pemilu sendiri hingga saat ini data yang ada di Bawaslu ada sebanyak 7 kasus, dua diantaranya sudah masuk dalam proses sidik sedangkan lima lagi masih dalam proses lidik.

"Sekarang ini sudah ada tujuh dugaan pidana pemilu masih dalam proses semuanya. Ada dua yang sudah dalam proses sidik, lima masih dalam lidik," lanjutnya.

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved