Lanjutan Penyelidikan Korupsi Pembangunan Embung, Kasatker BWSS III Dimintai Klarifikasi Oleh Jaksa

Proyek ini dikerjakan dengan pagu anggaran Rp 8,138 miliar. Belakangan diketahui proyek tersebut kembali dikerjakan pada tahun 2017, dengan judul nam

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Kejaksaan Tinggi atau Kejati Riau hingga kini masih melakukan proses penyelidikan atau pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) dalam dugaan pembangunan embung yang diduga tidak sesuai spesifikasi di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Anggaran pembangunan embung ini, bersumber dari Anggaran Pembangunan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2016.

Proyek ini dikerjakan dengan pagu anggaran Rp 8,138 miliar.

Belakangan diketahui proyek tersebut kembali dikerjakan pada tahun 2017, dengan judul nama Pembangunan Embung di Kawasan Perkantoran Kota Pekanbaru (Lanjutan).‎

Baca: KPU Riau Minta Parpol, Tim Capres dan Caleg DPD Siapkan Kursi Sendiri Untuk Saksi Yang Diutus

Baca: Ditemukan Narkoba Di Sebuah Ruangan, Polres Dumai Segel Star Ktv Di Jalan Merdeka Teluk Binjai

Kondisi embung itu diketahui telah mengalami kerusakan pada bagian tiang (sheet pile).

Bendungan juga terlihat retak pada bagian bawahnya.

Keberadaan embung ini diketahui di kawasan perkantoran Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Melanjutkan proses penyelidikannya, Jaksa Penyelidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau kali ini memanggil Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Danau Situ dan Embung di Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III Riau, Yannedi, Kamis (24/1/2019).

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan saat dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, membenarkan tentang adanya pemanggilan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved