Pekanbaru

Sejak Agustus 2018, 100 Orang Terjaring Buang Sampah Sembarangan di Pekanbaru

Pemerintah Kota Pekanbaru mulai memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Kota Pekanbaru No.8 tahun 2014 tentang pengelolaan sampah.

Sejak Agustus 2018, 100 Orang Terjaring Buang Sampah Sembarangan di Pekanbaru
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Sejumlah sampah menumpuk dan berjejer di Jalan Duyung Pekanbaru, Senin (31/12/2018). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY) 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Ada 100 orang di Kota Pekanbaru terjaring karena buang sampah sembarangan.

Mereka terjaring sejak Agustus 2018,  saat Pemerintah Kota Pekanbaru mulai memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Kota Pekanbaru No.8 tahun 2014 tentang pengelolaan sampah.

Sesuai perda itu, masyarakat yang buang sampah sembarangan bakal kena denda sebesar Rp 2,5 Juta.

Mereka harus membayar denda karena kedapatan membuang sampah di jalan, tempat umum hingga sungai.

"Kebanyakan mereka buang sampah di tepi jalan. Jadi kami langsung tindak warga yang buang sampah sembarangan," papar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Zulfikri kepada Tribunpekanbaru.com, Jum'at (25/1/2019).

Baca: Swastanisasi Pengelolaan Sampah Menyeluruh di Pekanbaru Tertunda hingga 2020, Kok Bisa?

Baca: Retribusi Sampah Rumah Tangga Mulai Dipungut di Inhu, Terendah Rp 2 Ribu Per Bulan

Baca: DLHK Kota Pekanbaru Gelar Sosialisasi Cegah Pungli Retribusi Sampah

Sejumlah sampah menumpuk dan berjejer di Jalan Duyung Pekanbaru, Senin (31/12/2018). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY)
Sejumlah sampah menumpuk dan berjejer di Jalan Duyung Pekanbaru, Senin (31/12/2018). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY) (Tribun Pekanbaru/Theo Rizky)

Menurutnya, denda dibayarkan sesuai dengan ukuran sampah uang yang dibuang. Denda yang dikenakan bisa saja makin besar. Saat sampah yang dibuang ukurannya cukup besar.

Oleh sebab itu, Zulfikri mengimbau membuang sampah yang pada tempatnya. Tumpukan sampah di sembarang tempat membuat aroma tidak sedap. Kondisi ini jelas berdampak bagi lingkungan di sekitarnya.

Masyarakat bisa membuang sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang ada pukul 19.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

Saat ini ada 17 TPS menyebar di sejumlah titik wilayah kota.

Jumlah ini belum termasuk TPS tidak resmi. Sebab TPS yang ada belum mampu menampung sampah dari masyarakat. (*)

Penulis: Fernando
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved