Pekanbaru

Wacana Larangan Sepeda Motor Lewat Flyover, Warga: Kami Bayar Pajak Juga

Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau sedang mengkaji apakah dua flyover tersebut bisa dilewati kendaraan roda dua atau tidak.

Wacana Larangan Sepeda Motor Lewat Flyover, Warga: Kami Bayar Pajak Juga
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Suasana pembangunan fly over simpang empat Jalan Tuanku Tambusai - Soekarno Hatta Pekanbaru, Rabu (23/1/2019). Dishub mewacanakan larangan sepeda motor melintasi flyover. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgio

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jika tidak ada aral melintang, jembatan layang atau flyover Simpang Mal SKA dan Simpang Pasar Pagi Arengka akan diresmikan dan dibuka untuk umum pada 14 Februari mendatang. Peresmian dua flyover ini akan dipusatkan di Jembatan Siak IV Pekanbaru.

Menjelang peresmian, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau sedang mengkaji apakah dua flyover tersebut bisa dilewati oleh kendaraan roda dua atau khusus untuk kendaraan roda empat.

Kepala Dishub Riau, Taufik OH kepada Tribun akhir pekan lalu mengatakan, larangan kendaraan roda dua melintas di atas flyover akan ditetapkan setelah peresmian. Larangan tersebut bukan bermaksud untuk melakukan pembatasan antara roda dua dan empat untuk melintasi flyover. Namun jika hasil kajian flyover tersebut membahayakan bagi pengendara roda dua, maka larangan terpaksa dilakukan demi keselamatan bersama.

"Sebenarnya tida ada pembatasan. Semua punya hak untuk lewat di sana (flyover). Baik roda dua maupun empat semua punya hak untuk lewat di flyover. Tapi saat kita pandang itu perlu dilakukan pembatasan untuk alasan keselamatan, ini harus kita terapkan.

Namun, lanjut Taufik, jika hasil kajian menyimpulkan adanya potensi bahaya saat pengendara melintas di atas flyover, maka pihaknya terpaksa memasang rambu-rambu larangan melintas. "Sekali lagi saya tekankan, jika memang nanti harus dilakukan larangan bagi kendaraan roda dua, itu semata-mata untuk menyelamatkan pengendara roda dua," ujarnya.

Taufik mencontohkan, selama ini banyak kasus kecelakaan yang terjadi di atas jembatan layang yang sudah duluan dioperasikan di Pekanbaru. Yakni flyover Jalan Sudirman Simpang Tuanku Tambusai dan Simpang Imam Munandar atau Harapa Raya.

Meski sudah ada rambu larangan melintas bagi kendaraan roda dua, dan sempat beberapa kali digelar razia oleh pihak kepolisian, tetap saja banyak pengendara roda dua yang melintas di dua flyover tersebut.

"Akhirnya apa, kan beberapa kali terjadi kecelakaan yang menimpa pengendara roda dua. Makanya dipasang rambu-rambu roda dua dilarang lewat flyover," sebutnya.

Namun pihaknya belum memutuskan apakah nantinya setelah diresmikan kendaraan roda dua diperbolehkan melintas di atas jembatan layang tersebut atau tidak. Sebab pihaknya baru akan melakukan kajian keselamatanya setelah dua flyover ini resmi dioperasikan.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved