Caleg yang Diduga Kampanye di Sekolah Terancam 24 Bulan Penjara Jika Terbukti

Perkara caleg DPRD perempuan Kepulauan Meranti berinisial MR naik ke tahap penyidikan.

Caleg yang Diduga Kampanye di Sekolah Terancam 24 Bulan Penjara Jika Terbukti
Tribun Pekanbaru/Teddy Yohannes Tarigan
Ketua Bawaslu Kepulauan Meranti, Syamsurizal 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Perkara calon anggota legislatif (caleg) DPRD perempuan Kepulauan Meranti berinisial MR naik ke tahap penyidikan.

Demikian diungkapkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepulauan Meranti Syamsurizal, Rabu (30/1/2019).

Sementara ancamannya dalam pasal 521 dengan penjara maksimal 24 bulan (2 tahun) dan denda sebesar Rp 24 juta.

"Jika terbukti bersalah selain akan dihukum pidana, juga akan secara otomatis gugur menjadi peserta Pemilu," tegas Syamsurizal.

Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kepulauan Meranti sebelumnya memeriksa terlapor MR karena diduga melakukan kampanye di satu sekolah agama di Desa Batang Malas, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti.

"Kemarin dengan sentra Gakkumdu sepakat untuk menaikkannya ke tahap penyidikan," ujar Syamsurizal.

Hal ini sesuai dengan bukti dan saksi ahli yang sudah dimintai keterangan terhadap kasus tersebut.

Tahap penyidikan ini tim penyidik dikatakan Syamsurizal langsung dipegang oleh Polres Kepulauan Meranti.

"Sentra Gakkumdu tetap mendampingi," ucap Syamsurizal.

Proses masih panjang, mengingat di tahap penyidikan seluruh saksi, alat bukti dan saksi ahli akan bertambah.

"Masih panjang prosesnya, banyak lagi informasi yang digali dan bukti-bukti yang mendukung penyidikan," ujarnya.

Sesuai peraturan tahap penyidikan harus sudah selesai 14 hari setelah proses dimulai.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved