Breaking News:

Kepulauan Meranti

Forkopimda Kepulauan Meranti Gelar Rapat Matangkan Persiapan Perang Air

Rakor menjelang Festival Perang Air pada 5 hingga 11 Februari 2019 mendatang, Selasa (29/1/2019) bertempat di ruang rapat kantor Bupati.

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Ariestia
Istimewa
Pemerintah Kabupaten Meranti bersama Forkopimda dan SKPD terkait menggelar rapat koordinasi (Rakor)menjelang Festival Perang Air Selasa (29/1/2019) bertempat di ruang rapat kantor Bupati. 

"Kami akan mengurati para pengelola hotel agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap para tamu dan melaporkannya kepada kami," ucap Camat.

Untuk masalah keamanan, seperti dijelaskan Kapolres Meranti AKBP. La Ode Proyek, pihaknya akan memberikan perhatian pada arus datang dan pulang dimana pengalaman jumlah kedatangan akan bertambah siginifikan saat perang air.

Selan itu juga, ia meminta kepada Dinas Pariwisata dan IO yang ditunjuk untuk menyiapkan Ceremonial Perang Air untuk menetapkan Rute Perang Air dan memperkirakan jumlah masa yang datang.

Perhatian juga diberikan kepada pihak pelabuhan, mengingat prediksi kedatangan yang membludak, akan mengakibatkan kepadatan di pintu masuk pelabuhan.

Dan yang tak kalah penting kepada pihak Hotel, La Ode meminta agar pengawasan lebih diintensifkan dengan memperbanyak CCTV.

"Yang perlu menjadi perhatian adalah datang dan pulang. Yang terus meningkat hingga puncak acara Perang Air. Situasi tahun ini berbeda dengan tahun lalu karena sudah memasuki suasana Pemilu. Jangan sampai moment ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk berpolitik yang mungkin dapat menimbulkan benturan dan perpecahan," ucap Kapolres.

Baca: Kronologi Pemuda Meranti Ikut Lomba Mancing Dapat Hadiah Mobil tapi Diganti Rp 5 Juta oleh Panitia

Polres Kepulauan Meranti akan menurunkan personil sebanyak 80 orang yang akan ditempatkan di simpul-simpul strategis keramaian seperti pelabuhan, jalan protokol termasuk juga menurunkan Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Meranti.

Pihak Imigrasi Selatpanjang seperti disampaikan Kasi Inteligen Pengawasan dan Penindakan mengaku akan mengawasi para wisatawan yang masuk.

"Kita akan terus melakukan pengawasan dan pendataan, Khusus pendatang asing diberi izin waktu selama 30 hari. Melebihi itu baru dapat dilakukan penindakan. Kita juga meminta pendatang asing untuk mengisi aplikasi yang bisa difasilitasi oleh pihak hotel," ucapnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved