Pemilu 2019

JUMLAH Pemilih Disabilitas di Riau pada Pemilu 2019, KPU Sediakan Dua Surat Suara Brailer Tiap TPS

Jumlah pemilih disabilitas di Riau pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Komisi Pemilihan umum (KPU) sediakan dua surat suara brailer tiap TPS

JUMLAH Pemilih Disabilitas di Riau pada Pemilu 2019, KPU Sediakan Dua Surat Suara Brailer Tiap TPS
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi
Pemilu Serentak 2019. JUMLAH Pemilih Disabilitas di Riau pada Pemilu 2019, KPU Sediakan Dua Surat Suara Brailer Tiap TPS 

JUMLAH Pemilih Disabilitas di Riau pada Pemilu 2019, KPU Sediakan Dua Surat Suara Brailer Tiap TPS

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jumlah pemilih disabilitas di Riau pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Komisi Pemilihan umum (KPU) sediakan dua surat suara brailer tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Menurut data yang ada pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) Hasil Perbaikan Dua Komisi Pemilihan Umum (KPU), tercatat sebanyak 5.209 pemilih berasal dari kalangan disabilitas.

Walau berkebutuhan khusus, mereka ini berhak menyampaikan hak suaranya pada April Pemilu 2019 mendatang.

Baca: DAFTAR Nama Caleg Mantan Napi Koruptor, Yuridis: Tak Usah Ditanggapi, Seperti Air Mengalir Saja

Baca: Akomodir Pemilih Disabilitas, KPU Sediakan Dua Surat Suara Brailer Tiap TPS

Baca: KPK Periksa Mantan Wakil Rakyat Bengkalis Hidayat Tagor Terkait Korupsi Proyek Jalan

Baca: KISAH Empat Model Cantik Asal Pekanbaru, Ada yang Memulai Karir Sejak Remaja 14 Tahun

Dari 5.209 itu yang paling banyak adalah penyandang Tuna Daksa sebanyak 1.307 orang disusul kemudian penyandang tuna rungu/wicara sebanyak 1.194 orang, tuna grahita sebanyak 911 orang, tuna netra sebanyak 907 dan Disabilitas Lainnya 890 orang.

Para Disabilitas ini akan memilih seperti pemilih biasanya pada tempat pemungutan suara masing-masing tempat tinggal mereka, artinya tidak masuk dalam pemilih khusus.

Menurut Komisioner KPU Riau, Ilham Yasir perlakuan sama diberikan kepada Penyandang disabilitas ini dengan pemilih lainnya, karena sama-sama berhak menyampaikan hak suaranya.

"Jadi tidak ada yang dibedakan, semuanya disamakan, "ujarnya.

Sedangkan untuk penyandang gangguan mental atau orang dengan gangguan jiwa menurut Ilham juga perlakuan sama dilakukan KPU kepada mereka, karena memilih pada tempat pemungutan suara tempat tinggal mereka.

Halaman
123
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved