Padang

Ketua KPU Sumbar: JaDI Sumbar Dapat Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Ketua KPU Sumbar, Amnasmen, menyambut baik kehadiran Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sumbar.

Ketua KPU Sumbar: JaDI Sumbar Dapat Tingkatkan Partisipasi Pemilih
Istimewa
Pengurus JaDI Sumbar melakukan ausiensi dengan jajaran komisoner KPU Sumbar di Rumah Pintar Pemilu KPU Sumbar.  

TRIBUNPEKANBARU.COM, PADANG - Ketua KPU Sumbar, Amnasmen, menyambut baik kehadiran Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sumbar.

Menurut Amnasmen, spirit perjuangan JaDI beririsan dengan kerja KPU sebagai penyelenggara Pemilu.

"Kami melihat, kehadiran JaDI Sumbar ini akan membantu KPU terutama dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih," ungkap Amnasmen saat menerima audiensi inisiator JaDI Sumbar di rumah pintar pemilu KPU Sumbar, Jumat (1/2/2019).

Bersama Amnasmen, turut hadir Gebril Daulai (Ketua Bidang Parmas dan SDM) dan Yanuk Sri Mulyani (Ketua Divisi Hukum) serta Firman (sekretaris KPU Sumbar), Agus Catur Rianto (Kabag Teknis dan Humas) dan Arlis (Kabag Umum dan Keuangan).

Baca: Efek Suhu Minus 52 Derajat di Amerika Serikat, Tabung Toilet hingga Air Terjun Niagara Beku

Dalam pertemuan itu, inisiator JaDI nasional yang juga komisioner KPU Sumbar tiga periode, HM Mufti Syarfie mengurai secara ringkas terbentuknya JaDI Sumbar. Kata Mufti, tiga orang mantan penyelenggara pemilu di Sumbar, yaitu dirinya, Toni Marsi dan Atika Triana menghadiri temu nasional pembentukan JaDI di Jakarta, 14-15 Agustus 2018.

Kesepakatan waktu temu nasional itu, sebutnya, akan dibentuk JaDI di daerah yang akan diinisiasi oleh peserta temu nasional. "Ini merupakan tindaklanjut dari temu nasional kemarin," terang Mufti yang didaulat oleh deklarator JaDI Sumbar sebagai ketua presidium.

Merumuskan pendirian JaDI Sumbar ini, terang Mufti, inisiator bersama sejumlah mantan penyelenggara, telah melakukan beberapa kali rapat merumuskan struktur organisasi hingga program kerja. Inventarisasi keanggotaan juga terus dilakukan.

Terdata, sedikitnya ada 160-an orang mantan anggota KPU provinsi maupun kabupaten/anggota yang menjadi anggota JaDI Sumbar, dan jumlah anggota ini akan terus bertambah.

"Semua mantan anggota KPU boleh sebagai anggota JaDI. Namun, jika mereka telah masuk ke partai, tentu status keanggotaannya tak seperti mantan penyelenggara yang masih di ranah independen," terangnya.

"Kita kesulitan mendata penyelenggara dari unsur Bawaslu maupun panitia adhoc. Karena, sifatnya yang sementara. Baru satu orang dari unsur Bawaslu yang menyatakan kesediaan, yaitu mantan Bawaslu Sumbar, Adi Wibowo," tambah Muftie.

Baca: VIDEO Janda 21 Tahun Dinikahi Kakek 60 Tahun, Menikah Karena Istri Pertama Tidak Punya Anak

Ditegaskan Muftie, dalam waktu dekat, JaDI Sumbar akan melakukan deklarasi. Akan dihadirkan presidium JaDI nasional seperti Feri Rizki Kurniawansyah, Haidar Nafis Gumay, Ida Budhiati dan lainnya.

"Kita berharap, JaDI bisa membangun kerjasama dengan KPU dan jajaran pemerintahan, dalam hal menumbuhkan semangat demokratisasi di kalangan masyarakat," harap Mufti. (KI)

Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved