Berita Riau

Lima Jabatan Eselon II Di Pemprov Riau Kosong. Gubri: Tunggu Gubernur Terpilih Biar Afdol

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi akan menyerahkan pengisian jabatan eselon II yang kosong dan dijabat oleh Plt kepada Gubri terpilih.

Sekda Prov Riau Ahmad Hijazi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgio

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi akan menyerahkan pengisian jabatan eselon II yang saat ini kosong dan dijabat oleh Plt kepada Gubernur Riau (Gubri) terpilih, Syamsuar. Ia baru akan melakukan assessment setelah gubernur Riau terpilih resmi dilantik.

Lima jabatan eselon II yang kosong tersebut di antaranya adalah Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Hukum, Pemerintahan dan Kemasyarakatan, Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Pembangunan dan Infrastruktur, Asisten II Setdaprov Riau, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau, dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau

"Iya, waktunya (pelantikan) juga sudah dekat. Makanya lebih baik dan lebih afdol menunggu Gubernur Riau terpilih yang melakukan pelantikan pejabat," kata Ahmad Hijazi, di Kantor Gubenur Riau, Jumat (1/2/2019).

Baca: Polisi Siap Amankan Penyaluran Bansos

Baca: Pelaku Pembunuh dan Pemerkosa Mahasiswi UIN Ditangkap, Pelakunya Ternyata Masih Warga Sekitar

"Kalau dilakukan pelantikan pejabat sekarang pun waktunya paling tinggal dua minggu lebih. Makanya untuk pengisian jabatan yang kosong itu akan lebih baik kita menunggu Gubernur Riau terpilih dilantik," imbuhnya.

Sementara saat disinggung terkait pengisian jabatan yang kosong apakah harus menunggu enam bulan setelah Gubernur Riau terpilih dilantik, ternyata menurut keterangan, Ahmad Hijazi tidak harus menunggu enam bulan setelah dilantik. Sebab pihaknya sudah konsultasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Dari hasil konsultasi tersebut pihak KASN memberikan izin kepada Pemprov Riau untuk mengisi jabatan yang kosong, tanpa harus menunggu enam bulan setelah gubernur terpilih dilantik.

Baca: 2 Anak Sudah Meninggal, Diskes Pastikan Riau Belum Tetapkan KLB DBD

"Kalau untuk pengisian jabatan yang kosong, tidak perlu menunggu sampai enam bulan. Itu sudah kita konsultasi ke KASN dan diperbolehkan, dan tak perlu seleksi," katanya.

Namun hal tersebut tidak berlaku untuk pengisian jabatan yang masih ada pejabat definitifnya, maka untuk menggantinya sesuai aturan harus menunggu enam bulan setelah gubernur terpilih dilantik.

"Itu pun kalau yang bersangkutan siap untuk dievaluasi dengan surat penyataan bisa dievaluasi. Jadi sekarang banyak kemudahan. Sedangkan untuk pengisian pejabat eselon II yang kosong nantinya dilakukan melalui assessment," katanya.

Meski saat ini ada enam jabatan eselon II yang kosong dan masih dijabat oleh Plt, Ahmad Hijazi memastikan kekosongan jabatan tersebut tidak mengganggu sistem pemerintahan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Kita pastikan tidak akan mengganggu jalanya roda pemerintahan di masing-masing OPD, kan kita sudah menunjuk pelaksana tugas (Plt)-nya. Saya juga Plt Kepala Bappeda, malahan dua Kabid di Bappenda kita Plt-kan tetap jalan. Karena sistem di OPD itu sudah ada, tinggal kita tugaskan saja, makanya rata-rata jabatan yang kosong kita Plt-kan," ujarnya. (*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved