Berita Riau

Dua Warga di Riau Meninggal Akibat DBD, Pemprov Riau Minta Diskes Kabupaten dan Kota Bekerja Ekstra

Pemerintah Provinsi Riau meminta kepada seluruh dinas kesehatan di kabupaten dan kota di Riau agar bekerja ekstra dalam melakukan pencegahan wabah DBD

Dua Warga di Riau Meninggal Akibat DBD, Pemprov Riau Minta Diskes Kabupaten dan Kota Bekerja Ekstra
Kompas/Agus Susanto
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaifu Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau meminta kepada seluruh dinas kesehatan di kabupaten dan kota di Riau agar bekerja ekstra dalam melakukan pencegahan terhadap mewabahnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Instruksi ini disampaikan menyusul adanya dua anak yang meninggal dunia akibat DBD.

"Harus ada upaya ekstra. Masalah ini lebih banyak peran kabupaten/kota. Karena kabupaten kota yang punya wilayah dan memiliki Puskesmas. Jadi Puskemas itu tidak hanya berfungsi sebagai pusat kesehatan, tapi juga bertanggung jawab dengan lingkungannya," kata Sekdaprov Riau, Ahmad Hijazi, Minggu (3/2/2019).

Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kabupaten kota di Riau untuk mengetahui sejauh mana upaya pencegahan yang mereka lakukan. Termasuk kendala dan dukungan apa nantinya yang bisa Pemprov lakukan untuk mendukung kabupaten kota dalam menekan kasus DBD di Riau.

"Saya akan koordinasi, kita akan suport, apa yang mesti kita dukung, apa masalahnya, ini lah yang nanti akan kita koordinasikan," ujarnya.

Baca: VIDEO: Link Streaming Leicester City vs Manchester United, Kick Off Pukul 21.00 WIB

Selain itu, Hijazi juga menegaskan, bahwa untuk menekan angka kasus DBD tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Namun yang paling penting adalah masyarakat itu sendiri. Yakni dengan cara menjaga kebersihan lingkungan serta menggalakan kembali program 3M plus.

"Intinya masalah lingkungan yang menjadi tempat bersarangnya nyamuk DBD, tentu ini harus dilakukan dengan perilaku hidup sehat dan menerapkan 3M (Membersihkan, Menguras dan Menutup serta mengubur barang-barang yang bisa menjadi tempat bersarangnya nyamuk). Ini upaya nyata untuk memutus siklus hidup nyamuk," ujarnya.

Sementara saat disinggung terkait penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD, Hijazi mengaku belum waktunya untuk ditetapkan. Namun jika kasus ini terus meningkat, maka bukan tidak mungkin status KLB ditetapkan.

"Untuk penetapan status KLB belum lah mungkin. Kita lihat seperti apa perkembangannya, yang jelas harus ada upaya ekstra terlebih dahulu untuk mengatasi masalah DBD ini," katanya.

Seperti diketahui, DBD memang menjadi penyakit yang perlu diwasapadi oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya di pulau jawa, namun di Riau wabah DBD juga membuat para orang tua semakin cemas.

Halaman
123
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved