Minggu, 12 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ngeri! Cuaca Dingin Ekstrem Landa Amerika Serikat, Warga Terancam Amputasi

Cuaca dingin ekstrem akibat pusaran kutub (Polar Vortex) yang menghantam sebagian besar wilayah Amerika Serikat (AS) mulai menunjukkan penurunan.

foto/net
Cuaca dingin ekstrem membuat sebagian Air Terjun Niagara membeku, Kamis (31/1/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM,CHICAGO- Cuaca dingin ekstrem akibat pusaran kutub (Polar Vortex) yang menghantam sebagian besar wilayah Amerika Serikat (AS) mulai menunjukkan penurunan.

Badan cuaca Nasional (NWS) melaporkan, di beberapa tempat yang suhunya bisa mencapai minus 49 derajat Celsius, saat ini meningkat ke angka 7-11 derajat Celsius.

Pakar Meteorologi NWS Brian Hurley dikutip Sky News berkata, cuaca dingin ekstrem itu memang tidak menghilang, melainkan mengalami penguapan.

"Jadi di Chicago, kemungkinan kita bakal melihat suhu yang awalnya minus 29 derajat Celsius pada Kamis (31/1) menjadi 10 derajat Celsius," ucap Hurley.

Baca: Setelah Ahmad Dhani Dipenjara, Kini Mulan Jameela Alami Musibah Lagi

Baca: Kategori Gempa Dangkal, BMKG Jelaskan Pemicu Gempa Mentawai, Aktivitas Zona Megathrust Segmen Pagai

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, Minggu: Cancer Semangat, Aries Juara!

Rekor terdingin yang tercatat sepanjang pekan ini terjadi di Cotton, Minnesota, di mana suhunya mencapai minus 49 derajat Celsius.

Ahli cuaca memprediksi, kondisi tersebut bakal berubah pada Sabtu (2/2/2019), di mana suhunya bakal meningkat antara 2-6 derajat Celsius.

Meski begitu, peningkatan suhu tersebut tak cukup untuk mencairkan Air Terjun Niagara yang sudah beku di wilayah AS.

Sejak Polar Vortex menerjang Selasa (29/1/2019), dilaporkan 21 orang sudah tewas, dengan sembilan di antaranya ditemukan di Chicago.

Baca: VIDEO: Inilah Gol Ajaib Lionel Messi Saat Barcelona vs Valencia Tadi Malam, Bukti Memang Alien?

Baca: Kerusakan Gempa Mentawai di Sikakap, BMKG Sebut Ada Mercusuar Roboh dan Puskesmas Rusak Ringan

Baca: Detik-detik Gawang Juventus Dibobol Parma Setelah Unggul 3-1, Gol Gervinho Samakan Skor Babak Kedua 

Dokter Stathis Poulakidas dari Rumah Sakit John H Stroger Jr di Chicago memaparkan, dia sudah merawat setidaknya 50 korban radang dingin sepanjang pekan ini.

Reuters via Channel News Asia melaporkan, kebanyakan dari mereka terancam mengalami amputasi pada bagian jari kaki maupun tangan.

"Ini adalah situasi yang sangat mengerikan," ujar dokter spesialis traumatis tersebut.

Dia menuturkan radang dingin bisa menjalar antara 3-10 menit.

Terdapat sejumlah kondisi di antaranya adalah usia si penderita ketika terpapar, maupun seberapa banyak alkohol yang dikonsumsinya.

Baca: VIDEO: Hasil Laga Juventus vs Parma Minggu (3/2/2019) 3-3, Tanpa Trio Bek BBC di Allianz Stadium

Baca: Jadwal Sholat Hari Ini Untuk Kota Jakarta dan Sekitarnya, Minggu , 3 Februari 2019

Baca: Klasemen Sementara Liga Inggris, Liverpool Kokoh Dipuncak, Manchester City vs Arsenal Malam Ini

Tunawisma menjadi pihak yang paling berisiko terkena radang dingin sehingga kota yang terdampak polar vortex mendirikan penampungan menggunakan pemanas.

Namun banyak yang memilih untuk menghangatkan diri di rumah yang ditinggalkan, di mana seorang perempuan 60 tahun ditemukan tewas di Lorain Ohio, diduga karena hipotermia.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved