Breaking News:

Sumbar

Banjir Landa Pangkalan Koto Baru Kabupaten Limapuluh Kota, Tiga Orang Warga Hanyut

Banjir tersebut, dipicu karena meluapnya Batang Maek yang disebabkan curah hujan yang begitu tinggi sejak Sabtu malam kemarin.

Editor: Sesri
Instagram Polsek Pangkalan
Upaya pencarian warga pangkalan yg terseret arus deras Sungai yg meluap karena banjir di wilayah kecamatan pangkalan. 

Selain di Pangkalan Koto Baru, banjir juga terjadi di Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan. Bahkan, sebanyak 607 jiwa terancam terisolasi, karena putusnya pondasi Jembatan Nenan yang merupakan jembatan penghubung Nagari Maek ke pusat Pemerintahan Kecamatan Bukit Barisan.

"Selain di Nagari Maek, banjir juga terjadi di kawasan Harau dan Kapur XI," kata Joni Amir kepada tribunpekanbaru.com, Minggu malam.

Di Harau, terang Joni Amir, banjir menyebabkan sebanyak 350 orang siswa dan siswi SMA yang sedang kemping di kawasan Harau, juga terisolasi akibat meluapnya Sungai Batang Sanipan di Jorong Air Putih, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau.

Baca: Demi Pemilu Damai Ketua KPU Riau Rela Lari 170 Km Tempuh Pekanbaru-Payakumbuh, Sabtu Tiba di Harau

Baca: VIDEO: Detik-detik Pengunjung Mall di Padang Panik Berhamburan Saat Gempa 6.0 SR Guncang Mentawai

Sedangkan di Kecamatan Kapur IX, tepatnya di Nagari Muaro Paiti, membuat akses jalan juga terputus, karena luapan air Sungai Batang Kampar. Bahkan sampai Minggu sore, jalur tersebut masih digenangi air dan belum bisa dilewati kendaraan.

"Tinggi banjir di beberapa lokasi bervariasi, ada yang sampai satu meter lebih. Alhamdulillah, ketinggian banjir di beberapa lokasi itu pada tadi sore, sudah mulai surut," kata Joni Amir kepada tribunpekanbaru.com.

Kemudian ketika ditanya total kerugian materil akibat bencana banjir di beberapa lokasi di Kabupaten Limapuluh Kota itu, Joni Amir mengaku bahwa sanpai saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan.

"Kami belum bisa perkirakan jumlah kerugian berapa, karena kami masih melakukan pendataan. Petugas sampai malam ini masih berada di lokasi bencana banjir," pungkas Joni.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved