Usai Lawan Bhayangkara FC, Indra Sjafri Tak Puas pada Transisi dan Serangan Balik Timnas U-22

Pelatih timnas U-22, Indra Sjafri, mencatat sejumlah hal yang masih harus diperbaiki di timnya.

Usai Lawan Bhayangkara FC, Indra Sjafri Tak Puas pada Transisi dan Serangan Balik Timnas U-22
antara
Timnas U-22 berlatih di lapangan A, Senayan beberapa waktu lalu. Pelatih Indra Sjafri sudah punya catatan kelemahan timnya. 

tribunpekanbaru.com - Pelatih timnas U-22, Indra Sjafri, mengaku senang dengan progres anak asuhnya setelah menjalani pemusatan latihan selama sebulan lebih di Jakarta. Progres itu terlihat saat timnas U-22 uji coba melawan Bhayangkara FC dan berakhir imbang 2-2.

Uji coba itu digelar Rabu (6/2) sore di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Pada laga itu, beberapa pemain merupakan wajah baru yang belum pernah masuk timnas. Namun penampilan mereka membuat Indra Sjafri terkesan.

"Ada surprise dari beberapa pemain baru, contohnya Rifal Lastori, terus Beni Oktaviansyah, dan Sani Rizki Fauzi. Makanya kita patut bersyukur, semoga saya bisa lagi memunculkan bintang-bintang baru asalkan mereka mau kerja keras, belajar, dan punya visi ke depan," beber Indra usai laga.

Indra Sjafri menegaskan, gaya bermain timnya tidak bergantung satu dua pemain. Timnas U-22 sudah bisa dipastikan tanpa Egy Maulana Vikri, Ezra Walian, dan Saddil Ramdani yang tidak dilepas klub masing-masing di luar negeri. Belum lagi Osvaldo Haay yang kini trial di klub Numancia, Spanyol.

"Kalau bicara kualitas individu, yes. Tetapi saya sebagai pelatih tahu Indonesia banyak bakat, dan saya harus ciptakan itu. Saya tak pernah bergantung pada satu pemain. Saya sampaikan ke anak-anak bahwa semuanya sama penting," tegas pelatih asal Sumatra Barat itu.

Pada laga itu, Timnas U-22 harus puas imbang 2-2 meski unggul lebih dulu 2-0. Indra sendiri memainkan dua tim berbeda di babak pertama dan kedua. Begitu pula Bhayangkara FC yang bergantian menurunkan hampir seluruh pemainnya.

“Ada hal yang harus diperbaiki secara individu, tim, organisasi, taktikal, dan model game kami. Tapi mereka sudah tahu kapan harus defence, kapan harus attack, dan transisi,” beber Indra.

Namun masalah transisi masih jadi perhatian Indra untuk kedua tim yang diturunkan. Sektor penjaga gawang juga jadi sorotan. “Tim pertama build up lebih rapi, lebih progresif, tim kedua bermain dengan serangan balik dan transisi agak terlambat. Untuk kiper kehilangan senjata yaitu tangan. Harusnya lebih cepat membangun serangan balik,” terangnya.

Selanjutnya timnas U-22 akan menjajal Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Minggu (10/2) nanti. Itu jadi uji coba terakhir timnas U-22 sebelum tampil di Piala AFF U-22 di Kamboja. (rin)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved