Berita Riau

Berkunjung ke Riau, Kepala BNPB Minta Pemprov Riau Libatkan Tokoh Agama dalam Pencegahan Karhutla

Kepala BNPB menegaskan bahwa langkah pencegahan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak harus selalu dengan penegakan hukum.

Berkunjung ke Riau, Kepala BNPB Minta Pemprov Riau Libatkan Tokoh Agama dalam Pencegahan Karhutla
tribunpekanbaru
FOTO ILUSTRASI - Petugas gabungan memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Medang Kampai, Kota Dumai, Minggu (3/2). 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, menegaskan bahwa langkah pencegahan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak harus selalu dengan penegakan hukum.

Namun bisa juga dengan cara pendekatan humanis kepada masyarakat dengan melibatkan tokoh agama.

Hal tersebut disampaikan Letjen Doni ketika menyampaikan arahan kepada pemerintah Provinsi Riau terkait penanggulangan bencana di gedung daerah Provinsi Riau, Jalan Diponegoro, Kamis (7/2/2019) malam.

Baca: Hadir 28 Februari 2019 The Zuri Hotel Pekanbaru Punya Kolam Renang Tertinggi, Ada di Lantai 19

Pada kegiatan tersebut, juga hadir Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Danrem 031/WB, Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Bupati/walikota, Kepala BPBD dan undangan lainnya.

"Tindakan hukum sangat diperlukan terhadap para pelaku Karhutla. Namun pendekatan emosional dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan agama untuk menanamkan perlunya kesadaran agar tak membakar lahan jauh lebih penting," sebutnya.

Untuk itu, lanjut Doni, ia meminta kepada seluruh pihak terkait di Riau untuk bisa memaksimalkan dalam hal pencegahan mau pun pengendalian Karhutla.

Seperti pihak penegak hukum, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Manggala agni, instansi pemerintahan lainnya, hingga unsur-unsur yang ada di tingkat bawah kelurahan dan desa sebagai ujung tombak.

"Dalam pencegahan Karhutla ini, semua pihak harus terlibat. Tentu sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing," ajaknya.

Baca: Gelandangan Ini Gagalkan Aksi Perampokan yang Menggunakan Kapak, Ia juga Kembalikan Emas Rp 180 Juta

Dari sisi keagamaan, menurut Doni, peran para ulama juga hendaknya bisa diikut sertakan dalam melakukan pencegahan Karhutla melalui khotbah atau ceramah-ceramah di mesjid terkait Karhutla.

Apalagi Provinsi Riau merupakan daerah dengan mayoritas masyarakat muslim.

"Riau ini masyarakatnya mayoritas muslim, mari kita libatkan ulama-ulama kita. Saat ceramah atau khotbah sisipkan soal Karhutla ini," harapnya. (*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved