Berita Riau

Kepala BPNB Sebut Kerugian Bencana Akibat Kabut Asap Lebih Besar dari Gempa Bumi dan Tsunami

Kepala BNPB RI mengungkapkan, persoalan Karhutla yang terjadi di Provinsi Riau dalam beberapa tahun lalu sempat menjadi perhatian dunia.

Kepala BPNB Sebut Kerugian Bencana Akibat Kabut Asap Lebih Besar dari Gempa Bumi dan Tsunami
Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution
FOTO ILUSTRASI - Kabut asap. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Letjen TNI Doni Monardo, mengungkapkan, persoalan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau dalam beberapa tahun lalu sempat menjadi perhatian dunia.

Apalagi saat itu, asap yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan menyebrang hingga ke negara tetangga.

"Karhutla merupakan salah satu bencana yang cukup mengkhawatirkan, karena akibat Karhutka pada 2015 lalu kerugian negara mencapai Rp250 triliun lebih. Untuk itu, mari kita menjaga alam, kemudian setelah itu alam yang akan menjaga kita," kata Letjen Doni ketika menyampaikan arahan kepada pemerintah Provinsi Riau terkait penanggulangan bencana di gedung daerah Provinsi Riau, Jalan Diponegoro, Kamis (7/2/2019) malam.

Baca: VIDEO: Jadwal Live Streaming Liverpool Vs Bournemouth Liga Inggris, Live Maxstream BeiN Sport

Pada kegiatan tersebut, juga hadir Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Danrem 031/WB, Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Bupati/walikota serta Kepala BPBD se Provinsi Riau.

Bahkan menurut Doni, kerugian yang disebabkan akibat bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan lebih besar jika dibandingkan dengan bencana gempa bumi atau bahkan tsunami sekalipun.

"Betapa besar kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan. Kerugian akiba gempa dan tsunami tidak sebesar kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan, tolong ini agar menjadi catatan kita sema, agar kita semua punya kepedulian," ujarnya.

Tidak hanya itu, kata Doni, kerugian akibat kabut asap, tidak hanya kerugian berbentuk materi atau uang. Namun juga mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa hingga kerusakan ekosistem.

"Mari selematkan generasi kita dari kabut asap, jangan sampai anak-anak kita di Riau tidak bisa sekolah karena kabut asap, jangan sampai mereka sesak nafas dan terkena penyakit paru-paru akibat kabut asap," katanya.

Baca: Mendekatkan Diri dengan Masyarakat, Polres Bengkalis Gelar Bakti Sosial di Masjid

Doni menegaskan, Pemprov Riau harus bisa mempertahkan Riau bebas asap di tahun 2018. Sehingga ditahun ini tidak terjadi lagi kabut asap.

"Mudahan-mudahan ini dipertahankan di 2019. Waspadai musim kemarau yang datang lebih awal, monitor terus prediksi dari BMKG, karena alat mereka sudah canggih," katanya. (*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved