Pekanbaru

Lakukan Survei Kartu Pekanbaru Sehat, Tim Dinsos Pekanbaru Malah Dapat Intimidasi

Tim dari Dinas Sosial Kota Pekanbaru mengaku mendapat intimidasi saat melakukan survei kepada calon penerima program Kartu Pekanbaru Sehat (KPS).

Lakukan Survei Kartu Pekanbaru Sehat, Tim Dinsos Pekanbaru Malah Dapat Intimidasi
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tim dari Dinas Sosial Kota Pekanbaru mengaku mendapat intimidasi saat melakukan survei kepada calon penerima program Kartu Pekanbaru Sehat (KPS).

Ada oknum yang memaksakan agar masyarakat mampu masuk dalam program KPS.

Padahal program KPS fokus membantu akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin atau kurang mampu.

"Tim dari dinsos mendapat banyak intervensi saat melakukan pendataan dan survei. Sebab kebanyakan yang kami datangi adalah masyarakat tergolong mampu sesuai survei," terang Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Chairani kepada Tribunpekanbaru.com, Jum'at (8/2/2019).

Baca: Incar 9 Kursi, Demokrat Pekanbaru Gunakan Jasa Konsultan

Menurutnya, tim tetap menemui masyarakat yang memang layak menerima program KPS. Sebab ada juga masyarakat yang dari aspek ekonomi termasuk kriteria miskin. Kondisi rumah dan perekonomiannya memprihatinkan.

Saat ini data penerima program jaminan kesehatan atau jaminan sosial berpedoman pada Basis Data Terpadu (BDT). Chairani menegaskan bahwa tim sudah melalukan survei terhadap 767 calon penerima KPS hingga 6 Februari 2019 lalu.

Kebanyakan para calon penerima malah berasal dari non BDT. Jumlahnya mencapai 482 jiwa. Sedangkan yang masuk dalam BDT hanya 285 jiwa.

"Kebanyakan mereka tidak masuk BDT, maka kami bakal lakukan survei. Guna memastikan program KPS tepat sasaran," paparnya.

Baca: Nikita Mirzani Kembali Bikin Heboh, Pamerkan Uang di Rekening, Ayuk, Mau Main Sombong-Sombongan?

Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Pekanbaru, El Syabrina menegaskan bahwa pihak Dinas Sosial Kota Pekanbaru nantinya bisa berkordinasi dengan Pihak Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.

Mereka bisa melakukan survei bersama. Tapi indikatornya mesti berpegang pada data BDT.

"Datanya harus sesuai BDT, kita tentu ingin penerima KPS nanti tepat sasaran," paparnya. (*)

Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved