Peringati HPN, Polresta Pekanbaru Santuni Anak Panti Asuhan

Humas Polresta Pekanbaru bersama wartawan menyambangi Panti Asuhan Darul Ilmi di Jalan Jenderal Sudirman, Senin (11/2/2019) sore dalam rangka HPN 2019

Peringati HPN, Polresta Pekanbaru Santuni Anak Panti Asuhan
Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
Kasubbag Humas Polresta Pekanbaru IPDA Budhia Dianda saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pengurus panti asuhan Darul Ilmi, Senin (11/2/2019) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Humas Polresta Pekanbaru bersama wartawan menyambangi Panti Asuhan Darul Ilmi di Jalan Jenderal Sudirman, Senin (11/2/2019) sore.

Bakti sosial yang diinisiasi oleh kedua belah pihak tersebut, dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN).

"Kegiatan ini bersempena HPN yang jatuh pada 9 Februari 2019 lalu," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto yang diwakili Kasubbag Humas, Ipda Budhia Dianda.

Kedatangan rombongan yang terdiri dari personil Polresta dan wartawan dari berbagai media di lingkungan Polresta Pekanbaru itu, disambut ramah oleh pengurus dan juga anak-anak panti asuhan.

Baca: Kades Perkosa Gadis 15 Tahun. Diimingi Urus Kartu Indonesia Pintar

Baca: Karhutla di Riau Makin Luas. Paling Luas di Bengkalis

Rombongan ketika itu membawa sembako, seperti telur, minyak goreng, beras, gula, dan lain-lain. "Bantuan Sembako langsung kita serahkan kepada pengelola panti,” kata Budhia lagi.

Kasubbag menerangkan, kunjungan ini juga merupakan bagian dari program Kapolresta Pekanbaru bertajuk “Polisi Berbagi”.

Sementara itu, pengurus panti asuhan Fitri menuturkan, di tempatnya ada sekitar 30 orang anak asuh.

Baca: Gubri Imbau ASN Jalankan Salat Berjamaah

Anak yang paling kecil, berumur sekitar 3 bulan dan yang paling besar, sudah bersekolah kelas 3 SMP.

“Alhamdulillah, semuanya sekolah. Kecuali yang memang belum cukup umur,” sebutnya.

Fitri juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Polresta Pekanbaru dan awak media yang telah memberikan bantuan.

Pihaknya berharap panti asuhan yang dikelolanya bisa lebih mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat pada umumnya.

"Kami membuka pintu selebar-lebarnya kepada seluruh masyarakat yang ingin berinfak dan sedekah ke panti kami,” harapnya.

Fitri mengaku, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari 30 anak asuhannya, dirinya hanya mengandalkan uang pensiun almarhum suaminya yang wafat tahun 2018 lalu.

Tempat yang dijadikan sebagai panti asuhan saat ini juga masih dalam status mengontrak. (*)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved