Nilai Ekspor Nonmigas Indonesia Turun, Menko Perekonomian: India Sedang Ngerjain Kita

Salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia yakni CPO sedang mendapatkan tekanan untuk masuk ke India.

Nilai Ekspor Nonmigas Indonesia Turun, Menko Perekonomian: India Sedang Ngerjain Kita
Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky
Para petani sedang menimbang tandan buah segar (TBS) sawit 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Nilai ekspor nonmigas Indonesia harus mengalami penurunan di awal 2019.

Dari data Badan Pusat Statistik, nilainya hanya 12,6 miliar dollar AS pada Januari 2019.

Angka ini turun 4,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pemerinah menyebut hal itu terjadi akibat sejumlah faktor.

" Ekspor kita itu lebih cenderung karena ekapor kita itukan terutama nomer satu ke China, baru nomer dua ke Amerika Serikat, nomer tiga Jepang, nomer empat Eropa atau India," ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

"Nah China itu termasuk Amerika pertumbuhan ekonominya maupun perdagangan turun, jadi kita terpengaruh langsung dari perang dagang itu," sambung dia.

Di sisi lain ungkap Darmin, salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia yakni CPO sedang mendapatkan tekanan untuk masuk ke India.

Pekerja PTPN IV terlihat semangat saat memindahkan sawit ke kereta untuk diangkut, Senin (30/10/2017). (doc PTPN IV)
Pekerja PTPN IV terlihat semangat saat memindahkan sawit ke kereta untuk diangkut, Senin (30/10/2017). (doc PTPN IV) (IST)

Baca: Bejat, Lama Nafsu Tak Tersalurkan, Duda di Tapung Cabuli Balita Anak Tetangganya

Baca: Saat Jembatan Siak IV Beroperasi, Radius 100 Meter dari Jembatan Tidak Boleh Parkir di Badan Jalan

Baca: Menko Perekonomian: India Ngerjain CPO Indonesia

India merupakan salah satu negara yang banyak mengimpor CPO asal Indonesia. Namun salah satu negara Asia Selatan itu menerapkan tarif bea masuk CPO asal Indonesia hingga 44 persen dan produk turunannya sebesar 54 persen.

"Jadi kemudian pada saat yang sama India juga sedang ngerjain kita di CPO," kata Darmin.

Pemerintah sudah berupaya untuk mencari negara alternatif untuk berbagai komoditas ekspor Indonesia. Namun menurut Darmin, progresnya masih lambat.

Sebelumnya, Neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS), defisit angkanya sebesar 1,16 miliar dollar AS pada Januari 2019.

Defisit ini lebih besar dari Desember 2018 yang sebesar 1,03 miliar dollar AS dan Januari 2018 sebesar 0,76 miliar dollar AS.

Foto ilustrasi panen kelapa sawit.
Foto ilustrasi panen kelapa sawit. (KOMPAS/IWAN SETIYAWAN)

Baca: Ini Alasan Pengendara Tetap Nekat Melintas di Fly Over Arengka

Baca: Lagi Salat Berjamaah, Pria Ini Berdiri Kaku 1 Jam, Badan Dingin dan Ngaku Kelaparan saat Sadar

Baca: Rincian Nama Awak Kapal KLM Alisa Indah Terbakar di Perairan Bengkalis, Mereka Dimintai Keterangan

Halaman
12
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved