Rabu, 8 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

RS Safira Sediakan Paket Promo Imlek, MCU Diskon 20 Persen

Mengawali tahun baru Imlek 2019, Syafira memberikan paket Imlek dengan memberikan potongan harga atau diskon, mulai tanggal 4 hingga 25 Februari 2019

Penulis: Alex | Editor: kasri
RS Syafira Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mengawali tahun baru Imlek 2019, Syafira memberikan paket Imlek dengan memberikan potongan harga atau diskon, mulai tanggal 4 hingga 25 Februari 2019 mendatang.

Humas dan Marketing Rumah Sakit Syafira Pekanbaru, Ferizal Bosma mengatakan, adapun yang diberikan diskon di antaranya adalah paket persalinan dan paket Medical Check Up (MCU).

"Kita memberikan diskon khusus dalam rangka momen tahun baru imlek, dengan kesehatan yang optimal," kata Ferizal kepada Tribun, Jumat (14/2/2019).

Dikatakan, untuk paket persalinan diberikan pihaknya diskon sebanyak 5 persen, sedangkan paket MCU diberikan diskon sebanyak 20 persen.

Selain itu, saat ini di Rumah Sakit Syafira juga ada layanan pap smear, yakni sebuah uji medis yang dapat memeriksa kondisi sel-sel pada serviks atau leher rahim dan vagina.

Melalui pemeriksaan rutin, perubahan sel-sel yang mungkin bisa berkembang menjadi kanker atau sudah menjadi kanker, bisa terdeteksi.

Tujuan utama Pap smear adalah untuk mendeteksi sedini mungkin kemungkinan tersebut, sehingga jika pun ada potensi kanker, bisa segera ditangani.

Untuk lebih akurat, sebaiknya dua/tiga hari sebelum menjalani tes, jangan berhubungan intim, jangan mengonsumsi obat-obatan vaginal, jangan gunakan spermisida dan jangan dalam periode menstruasi. Rekomendasi dokter menganjurkan pap smear dilakukan hanya untuk wanita yang aktif secara seksual (sudah menikah).

Umumnya, dokter akan “memperbolehkan” setiap wanita yang aktif secara seksual untuk mulai melakukan tes ini dan seringkali wanita yang belum aktif secara seksual tidak diperbolehkan melakukannya. Secara usia biasanya disarankan untuk yang berusia di atas 21 tahun hingga 65 tahun.

Periode yang dianjurkan adalah setiap 3 tahun sekali. Namun, tanpa memandang usia, frekuensi akan harus lebih sering dilakukan jika ada risiko khusus seperti: ada sel-sel potensi kanker, infeksi HIV, infeksi HPV, paparan Dietilstillbestrol (DES) ataupun sistem kekebalan tubuh melemah akibat transplantasi organ/kemoterapi/kortikosteroid. (ale)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved