Riau

Ketua TKD Klaim Gerakan Satu Spanduk Naikkan Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Medsos

Ketua TKD Provinsi Riau untuk Jokowi-Ma'ruf, Idris Laena mengklaim elektabilitas Capres nomor urut 01 semakin melejit di media sosial.

Ketua TKD Klaim Gerakan Satu Spanduk Naikkan Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Medsos
Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadhli
FOTO ILUSTRASI - Anggota DPR RI Ir. H. Idris Laena 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com: Guruh Budi Wibowo

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ketua Tim Kemenangan Darah (TKD) Provinsi Riau untuk Jokowi-Ma'ruf, Idris Laena mengklaim elektabilitas Capres nomor urut 01 semakin melejit di media sosial.

Hal ini setelah tim, relawan dan simpatisan melakukan sosialisasi Gerakan Satu Spanduk di media sosial.

"Relawan dan juga simpatisan yang  merupakan tokoh masyarakat memasang photonya yang  didesain dengan Jokowi-Amin 01 di media sosialnya. Baik itu Facebook, Instagram maupun WhatsApp mereka," ujar Idris Laena, Sabtu (16/2/2019).

Baca: Satu Kota Mencekam, Puluhan Beruang Yang Kelaparan Menyerbu dan Mengejar Warga

Menurut Ketua Pemenangan Pemilu Golkar wilayah Sumatra III, Riau dan Kepri ini, strategi tersebut juga sangat ampuh.

Sebab, secara tidak langsung pengguna media sosial tersebut mempromosikan Jokowi-Ma'ruf setiap kali berinteraksi di media sosial.

"Saat ini kami sedang mempertimbangkan desain untuk photo di medsos tersebut juga dibuat dalam bentuk stiker," ujarnya.

Tidak hanya itu, untuk mempromosikan Jokowi-Ma'ruf, ia juga mewanti-wanti seluruh Calegnya agar memasang photo Jokowi-Ma'ruf di alat peraga kampanye (APK) masing-masing.

Hal tersebut dilakukan lantaran masih adanya Caleg Golkar di Riau dan Kepri yang belum juga memasang photo Jokowi-Ma'ruf di APK-nya.

Baca: Idris Laena Imbau Pengurus dan Relawan Ramaikan Acara Nobar Debat Capres di Riau

Terkait hal itu, Idris tak akan segan-segan melaporkan Caleg  Golkar yang masih enggan memasang photo Capres nomor urut 01 ke Ketum DPP Golkar.

"Jika masih ada Caleg Golkar yang kedapatan tidak memasang photo Jokowi-Ma'ruf, saya akan laporkan ke DPP untuk dievaluasi," ujar Idris Laena. (*)

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved