Breaking News:

Kepulauan Meranti

Hendra Putra Dilema dan Pasrah, Tanggapi Protes Warga Soal Pembakaran Sampah di TPA Gogok

Persoalan penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gogok, Kepulauan Meranti masih belum menemukan jalan keluar.

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Kondisi TPA Gogok, Kepulauan Meranti. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Persoalan penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gogok, Kepulauan Meranti masih belum menemukan jalan keluar.

Hal ini buntut dari protes warga di sekitar TPA beberapa waktu lalu karena kebijakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Meranti membakar sampah yang ada di sana.

Warga mengeluh pembakaran yang dilakukan mengakibatkan asap dan bau yang menyengat di daerah sekitar area TPA.

Mereka khawatir jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut akan menimbulkan dampak penyakit bagi warga.

Bahkan mereka mengancam akan membakar mobil pengangkut sampah jika sampah yang berada di kawasan 2 hektare itu masih tetap dibakar.

Persoalan itu akhirnya dicoba diselesaikan dengan memediasi kedua belah pihak antara DLH Kepulauan Meranti dan masyarakat Desa Gogok oleh Polsek Tebingtinggi Barat.

Pihak DLH akhirnya menyetujui permintaan warga, sampah yang menumpuk tidak dibakar.

Walaupun demikian Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Meranti, Hendra Putra mengaku dilema dan pasrah menghadapi persoalan itu.

"Ya mau bagaimana lagi, terkadang kita menjadi dilema. Kalau sampah itu tidak dibakar, dia akan menumpuk dan berbau, tapi itulah aspirasi masyarakat, harus kita terima," ungkap Hendra, Minggu (17/2).

Hendra mengatakan, DLH belum memiliki kebijakan khusus untuk menjawab protes warga.

Diakuinya melakukan pembakaran sampah yang dilakukan masih menjadi solusi terbaik saat ini untuk mengurangi volume sampah.

Dirinya juga mengakui bahwa saat ini DLH juga belum memiliki alat berat dan mesin pengolah sampah dalam skala besar.

Seperti diketahui jumlah volume sampah di dua kecamatan Tebingtinggi dan Tebingtinggi barat mencapai 67 ton perhari, dimana jumlah tersebut masuk ke TPA Gogok setiap harinya.

"Masukan dari masyarakat hal yang biasa, untuk mengatasi permasalahan ini belum ada manajemen yang bisa kita lakukan, hal ini perlu untuk dilakukan duduk bersama," ungkap Hendra.

Hendra menambahkan untuk kebijakan relokasi lahan TPA sejauh ini belum bisa dilakukan, karena pemkab Kepulauan Meranti masih belum bisa menuntaskan sejumlah kendala terkait legalitas lahan.

"TPA Gogok sudah tidak layak. Kita harus cari lahan baru yang clear, untuk itu kita perlu duduk bersama, karena persoalan sampah bukan hanya tugas DLH," kata Hendra.

Ajak Warga Pilah Sampah

Kepala Bidang Kebersihan, DLH Kepulauan Meranti, Husni Mubarak mengatakan, saat ini pihak DLH bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Kepulauan Meranti terus berjibaku memadamkan api untuk mengurangi asap yang bertebaran hingga radius 100 meter ke pemukiman warga.

"Saat ini kita belum punya solusi terkait penangganan sampah di TPA Gogok. Untuk itu kita meminta kepada masyarakat mulailah untuk memilah sampah antara organik anorganik dan sampah B3," pungkas Husni. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved