Pelalawan

Selisih Biaya Honorer dan P3K di Pelalawan Sebesar Rp 15 Miliar

Beban anggaran menjadi penyebab Pemkab Pelalawan tidak melakukan rekrutmen penerimaan P3K.

Selisih Biaya Honorer dan P3K di Pelalawan Sebesar Rp 15 Miliar
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Palti Siahaan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Beban anggaran menjadi penyebab Pemkab Pelalawan tidak melakukan rekrutmen penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Selisih anggaran pembiyaan untuk honorer dan P3K ternyata berbeda jauh.

Seperti diketahui Pemkab Pelalawan tidak melakukan rekrutmen P3K tahap pertama ini.

Baca: Soal Pendaftaran Penerimaan P3K, Kepala BKP2D Pelalawan: Kita Tidak Buka

Kepastian Pelalawan tidak membuka pendaftaran P3K ini karena hingga batas waktu pendaftaran, Pelalawan tak juga membuka pendaftaran. Minggu (17/2/2019) menjadi hari terakhir pendaftaran.

Seleksi P3K yang digelar bulan ini merupakan tahap pertama yang ditujukan ke honorer K2 untuk kesehatan, pendidikan dan penyuluh pertanian dan perikanan.

Bupati Pelalawan HM Harris beberapa waktu lalu sudah mengatakan pihaknya tidak akan membuka seleksi P3K. Penyebabnya karena gaji P3K dibebankan ke APBD. Bila APBN, Pelalawan bersedia membuka seleksi P3K.

Kala itu, Harris menjelaskan anggaran APBD dikhawatirkan kurang karena ada tambahan pembiayaan untuk P3K tersebut.

Baca: Wabup Benarkan Pelalawan Tidak Buka Rekrutmen P3K

Sebenarnya, tanpa ada P3K, Pemkab Pelalawan tetap mengeluarkan dana untuk menggaji honorer. Namun ada selisih perbedaan pembiyaan antara honor dengan P3K.

Wakil bupati Pelalawan H Zardewan memberi hitung - hitungan soal perbedaan anggaran gaji honorer dengan P3K. Ada selisih sekitar Rp 15 miliar - Rp 20 miliar.

Halaman
12
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved