Indragiri Hilir

USULAN PRIORITAS Desa dalam Musrenbang Kecamatan Keritang Didominasi Jalan dan Jembatan

Usulan prioritas desa dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Keritang didominasi jalan dan jembatan

USULAN PRIORITAS Desa dalam Musrenbang Kecamatan Keritang Didominasi Jalan dan Jembatan
Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadli
USULAN PRIORITAS Desa dalam Musrenbang Kecamatan Keritang Didominasi Jalan dan Jembatan 

Beberapa usulan prioritas yang disampaikan desa dan kelurahan juga didukung oleh Camat Keritang, Hady Rahman, S.Sos, M.Si karena sesuai dengan kenyataan di lapangan yang dialami oleh masyarakatnya.

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Bertubuh Lansing, Geluti Modern Dance Sejak Usia Belia

Baca: KISAH Cewek Cantik Anak Semata Wayang Asal Pekanbaru, Miliki Tubuh Tinggi Semampai

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Hidup Mandiri, Geluti Beberapa Pekerjaan

“Usulan jalan dan jembatan tersebut sangat dinanti – nanti masyarakat, apalagi dalam menunjang perekonomian masyarakat. Jalan dibutuhkan masyarakat untuk membawa hasil pertanian dan perkebunan,” tutur Hady Rahman.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Inhil membenarkan bila seluruh desa rata – rata mengusulkan infrastruktur dan di nominasi oleh pembangunan jalan, jembatan dan normalisasi.

Oleh karena itu, sebagai penyelenggara pembangunan jembatan, turap, tanggul, normalisasi dan infrastruktur lainnya, Dinas PUPR berharap desa mengetahui usulannya pembangunannya belum terakomodir dalam beberapa tahun terakhir karena memang terjadi penurunan anggaran.

“Jangan nantik menyalahkan kebijakan, ada tadi menyampaikan berapa kali belum terakomodir. Tahun 2017 anggaran kami 255 miliar yang di gelontorkan dan pada tahun 2018 sejumlah 165 miliar, artinya terjadi penurunan, begitu juga 2019 menjadi 150 miliar,” ucap Abbas sebagai perwakilan dari Dinas PUPR yang hadir dalam Musrenbang tersebut.

Menurutnya, Mengkonektivitas satu desa ke desa yang lain terutama ke jalan poros sudah menjadi keinginan Bupati Inhil HM Wardan, namun tidak semua bisa terlaksana dengan cepat melalui APBD karena anggaran yang terbatas, sehingga bisa memanfaatkan anggaran desa jika memungkinkan.

“Semua mengusulkan dari satu desa ke desa lain. Kami punya standar RAB. Membangun, anggaran infrastruktur samgat mahal tapi anggaran terbatas, mengapa tidak semua tertampung. Dengan adanya penurunan anggaran tentu saja tidak semua terakomodir melalui APBD. Maka kami juga mengharapkan adanya legislatif yang mencoba membantu kita untuk membangun infrastruktur,” harap Abbas.

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Cirebon Merantau di Pekanbaru, Pilih Fashion Designer dan Ikuti Intermodel

Baca: KISAH Cewek Cantik Berdarah Minang Jadi Selebgram dan Ketemu Jodoh melalui Bisnis Online

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Jadi Model, Kuliah, Sekretaris di BUMN hingga Finalis Bujang Dara

Penurunan anggaran ini juga dibenarkan oleh Badan Perencanaan Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Inhil.

Menurut Bappeda, semua usulan prioritas desa di Kecamatan Keritang tahun 2017 dan 2018 sudah masuk dalam buku lintang sebagai proyek yang dikerjakan, namun karena adanya rasionalisasi anggaran membuatnya tidak terlaksana.

“Prioritas pembangunan kecamatan Keritang pada 2017 dan 2018 sudah masuk dalam berita acara dari kepala desa, dalam prioritas kita mengalami keterbatasan. Kali ini kita usulkan tiga pembangunan yang betul-betul di inginkan oleh masyarakat karena keterbatasan APBD. Usulan prioritas yang benar-benar menyentuh masyarakat, minimal 3 usulan prioritas tersebut,” jelas Sirajuddin Sayuti sebagai perwakilan Bappeda Inhil dalam Musrendang Kecamatan Keritang.

Halaman
123
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved