Pekanbaru

300 Orang Ikuti Sertifikasi Bersama LSP Pariwisata Lancang Kuning

Kegiatan sertifikasi bagi pelaku atau pekerja pariwisata di Riau di Furaya Hotel Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, mulai Selasa sampai Kamis.

300 Orang Ikuti Sertifikasi Bersama LSP Pariwisata Lancang Kuning
Istimewa
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau Rasidin Siregar (memberikan kata sambutan), Direktur LSP Pariwisata Lancang Kuning Nusantara Riyono Gede Trisoko (tengah) Ketua PHRI Riau, Nofrizal (kanan), saat membuka kegiatan sertifikasi pekerja pariwisata di Furaya Hotel Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Selasa (19/2/2019). 

Laporan wartawan tribunpekanbaru.com, Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Lancang Kuning Nusantara, kembali menggelar kegiatan sertifikasi bagi pelaku atau pekerja pariwisata di Riau di Furaya Hotel Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Selasa (19/2/2019) sampai dengan Kamis (21/2/2019).

Program kegiatan dari Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, diikuti sebanyak 300 orang peserta yang terdiri atas 18 jabatan dan lima bidang mengikuti kegiatan tersebut.

Sedangkan Asesi berasal dari Kota Pekanbaru dan sekitarnya.

Acara pada hari Selasa (19/2/2019) dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau Rasidin Siregar, serta dihadiri oleh Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Riau, Nofrizal, dan Kadispar Provinsi Riau yang diwakili oleh Kabid Pengembangan Sumberdaya Pariwisata, Yul Achyar.

Baca: Sore Ini 12 Atlet Karate PPLP Riau Berangkat ke Medan Ikuti USU Internasional Open 2019

Selama tiga hari acara sertifikasi itu, LSP Lancang Kuning bersama tim asesor kegiatan melakukan uji kompetensi para peserta dalam mengeksplorasi kemampuam mereka masing-masing sesuai bidang dan pekerjaan.

"LSP Pariwisata Nusantara melalui asesor menekankan agar kegiatan itu mampu mengeksplorasi kemampuan unik dari semua peserta dalam menampilkan keahlian dia di bidang masing-masing. Karena Keahlian inilah yang akan membuat pelayanan mereka dalam bidang pariwisata itu semakin bernilai," ungkap Direktur LSP Pariwisata Lancang Kuning Nusantara Riyono Gede Trisoko.

Menurutnya, sertifikasi ini merupakan kegiatan wajib dan penting diikuti oleh pelaku atau pekerja yang bergerak di bidang pariwisata.

Mengingat beberapa regulasi dan persyaratan usaha saat ini mewajibkan 50 persen plus 1 pekerja di bidang pariwisata khususnya perhotelan harus memiliki sertifikat.

"Oleh karenanya kesempatan yang diberikan negara ini jangan sampai disia-siakan," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved