Pekanbaru

300 Orang Ikuti Sertifikasi Bersama LSP Pariwisata Lancang Kuning

Kegiatan sertifikasi bagi pelaku atau pekerja pariwisata di Riau di Furaya Hotel Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, mulai Selasa sampai Kamis.

300 Orang Ikuti Sertifikasi Bersama LSP Pariwisata Lancang Kuning
Istimewa
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau Rasidin Siregar (memberikan kata sambutan), Direktur LSP Pariwisata Lancang Kuning Nusantara Riyono Gede Trisoko (tengah) Ketua PHRI Riau, Nofrizal (kanan), saat membuka kegiatan sertifikasi pekerja pariwisata di Furaya Hotel Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Selasa (19/2/2019). 

LSP Pariwisata Lancang Kuning selama lima tahun terakhir ini telah mensertifikasi hampir 10.000 orang pekerja pariwisata yang dilaksanakan di Riau, Kepri, Sumbar, Jambi, Bangka Belitung dan Aceh. Khususnya di Riau ungkap Riyono, semua kegiatan cukup mendapatkan apresiasi yang bagus dari masyarakat.

Sebegai bukti sertifikasi itu berhasil lanjutnya, pekerja pariwisata profesional dan tersertifikasi telah mampu mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya di sektor pariwata.

"Kemarin kita melihat pengembangan dari Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Provinsi Riau tentang jumlah PAD tahun ini cukup signifikaan (PAD). Bahkan PAD Riau, PAD Pekanbaru di bidang pariwisata jika dibandingkan dengan kota-kota lain di Sumatera kita termasuk yang tertinggi. Ini berarti bahwa SDM Pariwisata kita juga ikut menunjang keberhasilan dari pada industri di bidang pariwisata," ujarnya.

Baca: Ledakan Terjadi di Mal Taman Anggrek, Pihak Manajemen Klarifikasi Sumber Ledakan Lewat Instagram

Riyono menyebut, kegiatan LSP Pariwisata Lancang Kuning tahun ini cukup ekstra. Di antara tiga paket kegiatan dalam satu tahun ini, harus selesai dalam waktu enam bulan.

"Setelah itu akan ada evaluasi untuk kita melanjutkan pada kegiatan lainnya. Kebetulan LSP Lancang Kuning Nusantara mendapatkan kepercayaan di semester kedua 2019 untuk mengikuti kegiatan dari World Bank. yang merupakan kegiatan fasilitasi untuk masyarakat di daerah-darah tertentu yang menjadi ujung tombak bagi perkembangan pariwisatanya. Daerahnya yang menentukan World Bank dan kita LSP yang ditunjuk untuk pendampingan," katanya. (*)

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved