Berita Riau

KARHUTLA di Riau Hanguskan 842 Hektar Hutan dan Lahan, 8 Hotspot Terpantau di Kepulauan Meranti

Walau kabut asap belum terlihat, namun Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau sudah hanguskan 842 hektar hutan dan lahan, 8 hotspot terpantau

KARHUTLA di Riau Hanguskan 842 Hektar Hutan dan Lahan, 8 Hotspot Terpantau di Kepulauan Meranti
Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
KARHUTLA di Riau Hanguskan 842 Hektar Hutan dan Lahan, 8 Hotspot Terpantau di Kepulauan Meranti 

KARHUTLA di Riau Hanguskan 842 Hektar Hutan dan Lahan, 8 Hotspot Terpantau di Kepulauan Meranti

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Teddy Tarigan

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Walau kabut asap belum terlihat, namun Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau sudah hanguskan 842 hektar hutan dan lahan, 8 hotspot terpantau di Kepulauan Meranti.

Sebanyak 8 titik panas terpantau di daerah Kabupaten Kepulauan Meranti hari ini Rabu (20/2/2019).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti Eddy Afrizal saat dihubungi Tribunpekanbaru.com Rabu (20/2/2019) mengatakan, 8 titik panas tersebut berada 1 di Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur.

Baca: Janjian Ketemu, Pemuda di Dumai Tertangkap Basah Setubuhi Remaja 14 Tahun di Semak-semak

Baca: Korban Dicekik dan Dibuang ke Kanal, Ini Dugaan Motif Pembunuhan Seorang Wanita di Pelalawan

Baca: KONI Minta PSSI Riau Segera Bentuk Tim Sepakbola untuk Porwil 2019

Walaupun demikian dikatakannya bahwa titik panas yang terpantau di Kepulauan Meranti masih belum memberikan efek asap yang signifikan.

KARHUTLA di Riau Hanguskan 842 Hektar Hutan dan Lahan, 8 Hotspot Terpantau di Kepulauan Meranti
KARHUTLA di Riau Hanguskan 842 Hektar Hutan dan Lahan, 8 Hotspot Terpantau di Kepulauan Meranti (Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir)

"Hari ini masih ada titik panas, namun level confidence ya masih dibawah tujuh puluh persen," ujar Eddy.

Dirinya mengatakan bahwa hingga saat ini masih ada tim yang berada di lapangan untuk tetap siaga dalam menangani dan mengantisipasi kebakaran lahan.

"Tim kita masih ada yang di lapangan hingga hari ini, saat ini kita tetap pantau," ungkapnya.

Selain itu dirinya menyampaikan bahwa Karhutla yang terjadi belum membuat kabut asap di daerah kepulauan Meranti.

Halaman
1234
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved